PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Semarang, Kolaborasi dengan Media dan Akademisi untuk Rehabilitasi Pesisir

Penulis: Tengku Syafri  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07:01 WIB
PAMA Group bersama media dan akademisi menanam 2.000 bibit mangrove di pesisir Mangunharjo, Semarang.

JAMBI — Rangkaian Media Gathering PAMA Group 2026 berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni, dengan pusat kegiatan di Gumaya Hotel Semarang. Namun, puncak acara justru berlangsung di luar ruangan: para peserta——manajemen PAMA dan jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal——turun langsung ke pesisir Mangunharjo untuk menanam bibit mangrove.

Aksi ini bukan sekadar seremonial. Setiap bibit yang ditanam ditargetkan menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir yang selama ini berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, habitat biota laut, dan penyerap karbon efektif.

Kolaborasi Tiga Pilar: Perusahaan, Akademisi, dan Media

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara PAMA Group dan Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai mitra akademik. Sebelum turun ke lapangan, peserta mendapat pembekalan dari Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., Kepala Subdirektorat Konservasi UNNES, serta Vania F. Herlambang, Puteri Indonesia Lingkungan 2018.

Dalam sesi tersebut, Prof. Nana menekankan bahwa konservasi mangrove tidak bisa berjalan sendiri. “Keberhasilan konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (25/6).

Vania menambahkan, setiap bibit yang ditanam adalah investasi jangka panjang. “Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menciptakan perubahan secara fisik di kawasan pesisir, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga bumi,” katanya.

Media Bukan Sekadar Peliput, Tapi Mitra Strategis

Bagi PAMA Group, Media Gathering bukanlah agenda seremonial tahunan biasa. Perwakilan manajemen perusahaan menyebut bahwa insan media adalah mitra strategis dalam menyebarkan informasi edukatif ke publik.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Melalui Media Gathering PAMA Group 2026, kami ingin memperkuat hubungan baik yang telah terjalin sekaligus menghadirkan pengalaman bersama yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” ujar perwakilan Manajemen PAMA.

Dengan menggabungkan diskusi, edukasi, dan aksi lapangan, PAMA Group berharap kolaborasi ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergerak dalam pelestarian lingkungan. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa sektor tambang pun bisa mengambil peran aktif dalam isu-isu keberlanjutan, bukan hanya di atas kertas, tetapi di pesisir yang nyata.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top