JAMBI — Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.42 WIB, IHSG terkoreksi 35,87 poin dari posisi pembukaan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.942,77 sebelum berbalik arah dan bergerak di rentang 5.855,99 hingga 5.942,77. Volume transaksi tercatat sebanyak 3,20 miliar saham dengan nilai Rp 1,96 triliun dari 310.800 kali frekuensi perdagangan.
Komposisi pasar menunjukkan dominasi tekanan jual. Sebanyak 357 saham melemah, sementara hanya 240 saham yang menguat dan 362 saham stagnan. Dari 11 sektor indeks, enam sektor berada di zona merah pada sesi awal perdagangan.
Pelemahan terdalam terjadi pada sektor transportasi yang turun 0,81 persen. Sektor barang konsumen nonprimer terkoreksi 0,30 persen, dan sektor infrastruktur melemah 0,20 persen. Lima sektor lainnya sempat mencatat penguatan, dipimpin sektor energi yang naik 0,34 persen, sektor keuangan 0,30 persen, dan sektor kesehatan 0,06 persen.
Di kelompok saham unggulan LQ45, tekanan terbesar datang dari PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang ambles 5,45 persen. Disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 4,61 persen dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang melemah 3,54 persen. Di sisi lain, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi top gainers dengan kenaikan masing-masing 1,86 persen, sementara PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 1,42 persen.
Pergerakan IHSG terjadi di tengah kinerja bursa Asia yang beragam. Indeks Hang Seng Hong Kong mencatat kenaikan 149,30 poin atau 0,66 persen ke level 22.821,16. Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang turun 388,50 poin atau 0,56 persen ke 68.972,40, dan Shanghai Composite China melemah 10,50 poin atau 0,26 persen menjadi 4.016,77. Indeks Straits Times Singapura juga terkoreksi 7,58 poin atau 0,15 persen ke 5.184,15.