JAMBI — Polda Jambi bergerak cepat mengusut tuntas kasus tawuran geng motor yang berujung pada tewasnya seorang pemuda di perbatasan Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar memberikan atensi penuh terhadap peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa berawal dari ajakan tawuran melalui media sosial yang melibatkan dua kelompok berandalan bermotor. Saat rombongan menuju lokasi yang telah disepakati, terjadi aksi penghadangan yang berujung pada kekerasan fisik menggunakan senjata tajam.
Dalam insiden tersebut, satu unit sepeda motor milik korban juga dirampas oleh pelaku. Gustianto, korban penganiayaan, sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pemayung sebelum akhirnya meninggal dunia.
Personel Polres Batang Hari bersama Polres Muaro Jambi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah saksi serta barang bukti. Penanganan perkara penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia selanjutnya dilimpahkan kepada Polres Muaro Jambi sesuai dengan lokasi terjadinya tindak pidana.
“Kapolda Jambi memberikan atensi penuh terhadap kasus ini dan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bertindak cepat, profesional, dan tegas dalam mengungkap seluruh pelaku. Tidak ada tempat bagi kelompok geng motor ataupun berandalan bermotor yang melakukan aksi kekerasan, membawa senjata tajam, mengintimidasi, maupun mengganggu keamanan masyarakat di Provinsi Jambi,” tegas Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji.
Polda Jambi memastikan tidak akan memberikan ruang bagi keberadaan kelompok geng motor yang melakukan tindakan kriminal. Upaya preventif dan penegakan hukum akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui patroli rutin dan deteksi dini.
Selain itu, masyarakat, khususnya para orang tua, diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari. Penggunaan media sosial yang kerap dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi untuk merencanakan aksi tawuran juga perlu diawasi secara ketat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah munculnya aksi geng motor dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apabila mengetahui adanya indikasi tawuran maupun aktivitas kelompok berandalan bermotor, segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110,” tambah Kabid Humas.
Polda Jambi juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi tetap aman, nyaman, dan kondusif. Patroli preventif dan penindakan tegas terhadap setiap pelanggaran hukum akan terus digencarkan. (*)