Arsenal Kembali Kehilangan Staf Kunci, Kepala Ilmu Olahraga Hengkang Usai Tinjauan Internal Cedera Pemain

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 01:31:31 WIB
Kepala ilmu olahraga Arsenal, Allen, resmi meninggalkan klub setelah tinjauan internal cedera pemain.

JAMBI — Kepergian Allen ini bukanlah yang pertama dalam waktu dekat. Sebelumnya, klub asal London Utara itu sudah lebih dulu memecat kepala staf medis, Dr. Zafar Iqbal, bulan lalu. Dua kepergian ini menandai perubahan generasi signifikan di balik layar, seiring ambisi Mikel Arteta untuk menyempurnakan pendekatan fisik dan ketersediaan pemain.

Tinjauan Internal Picu Perubahan Radikal di Sisi Medis

Pemicu perombakan ini adalah tinjauan internal yang agresif terhadap catatan cedera Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Manajemen merasa perlu mengevaluasi ulang strategi pencegahan setelah masalah kebugaran terus mengganggu pemain kunci. Untuk memimpin investigasi, Arteta mendatangkan fisioterapis asal Spanyol, Joaquín Acedo, sebagai orang kepercayaan untuk melakukan audit independen.

Musim lalu menjadi bukti nyata betapa rentannya skuad "The Gunners" terhadap cedera. Kai Havertz, Bukayo Saka, dan Martin Ødegaard harus absen panjang. Jurrien Timber bahkan gagal pulih tepat waktu untuk final Liga Champions dan akhirnya melewatkan Piala Dunia. Beban fisik yang sangat tinggi akibat gaya bermain intens Arteta menjadi sorotan utama.

Bukan Hanya Allen, Pelatih Fisik Utama Juga Pergi

Allen bukan satu-satunya sosok berpengaruh yang hengkang. Sam Wilson, pelatih fisik utama yang sangat populer di kalangan pemain, juga memutuskan pergi setelah 12 tahun mengabdi. Menurut laporan The Telegraph, Wilson disebut akan melanjutkan kariernya di sebuah klub Eropa.

Allen sendiri bergabung dari Aston Villa pada 2017. Masa jabatannya menjembatani era akhir Arsene Wenger dengan seluruh periode kepemimpinan Arteta. Kepergiannya menandai berakhirnya era stabilitas di departemen performa yang sudah bertahan hampir satu dekade.

Ambisi Arteta: Level Lebih Tinggi Setelah Final Liga Champions

Perombakan ini terjadi di tengah tekad Arsenal untuk mempertahankan momentum setelah musim bersejarah yang membawa mereka meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun. Namun, mimpi gelar ganda sirna setelah kalah adu penalti dari PSG di final Liga Champions.

Meski sempat unggul lebih dulu, Arsenal harus mengakui keunggulan PSG. Beberapa pakar mengkritik pendekatan pertahanan yang terlalu hati-hati. Menanggapi kekalahan itu, Arteta buka suara: "Kami akan mulai mengambil beberapa keputusan yang sangat penting; kami ingin mencapai level yang lebih tinggi. Kami harus menunjukkan ambisi itu karena mereka lebih dari mampu melakukannya, tetapi hal itu menuntut kami untuk menjadi sangat, sangat ambisius, sangat cepat, dan sangat cerdas."

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: goal.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top