Rupiah Menguat ke Rp17.851 Per Dolar AS, Sentimen Damai Iran-AS Redakan Ketegangan Pasar Global

Penulis: Amrizal Halim  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 02:40:31 WIB
Rupiah menguat ke Rp17.851 per dolar AS setelah sentimen damai Iran-AS meredakan ketegangan pasar global.

JAKARTA — Rupiah berhasil membalikkan tren pelemahan setelah laporan mengenai de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran beredar di pasar keuangan global. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa sentimen positif ini mendorong penguatan rupiah bersama mata uang regional dan utama dunia lainnya.

Respons Pasar terhadap Isyarat Damai AS-Iran

Menurut Lukman, penguatan rupiah terjadi setelah media melaporkan bahwa kedua negara akan menahan diri untuk saat ini dan pembicaraan masih berjalan sesuai rencana. “Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar AS merespons laporan bahwa AS dan Iran akan ‘menahan diri untuk sekarang’ dan pembicaraan masih berjalan sesuai rencana,” ungkapnya di Jakarta, Senin.

Kronologi Ketegangan yang Mereda

Sebelumnya, Iran mengecam serangan AS terhadap sejumlah lokasi di pesisir selatannya dan menuduh Washington melanggar Piagam PBB. Iran kemudian merespons dengan menghancurkan delapan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain melalui serangan rudal dan drone. Namun, ketegangan mereda setelah laporan Axios menyebutkan AS dan Iran sepakat menghentikan permusuhan dan akan mengadakan pertemuan di Qatar pada Selasa (30/6) untuk membahas sengketa terkait Selat Hormuz.

Harga Minyak Stabil, Dolar Masih Jadi Tekanan

Lukman menambahkan bahwa harga minyak yang relatif stabil turut meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve (The Fed) dan ekspektasi kenaikan suku bunga masih akan terus mendukung dolar AS dan menekan rupiah dari waktu ke waktu.

“Untuk pekan ini, sentimen bisa berlanjut, namun investor masih wait and see serangkaian data ekonomi penting AS seperti manufaktur dan pekerjaan NFP (Non-Farm Payrolls). Apabila data-data tersebut masih kuat, maka pejabat-pejabat The Fed akan melanjutkan retorika hawkish ke depannya,” ujarnya.

Indikasi Penguatan di Pasar Antarbank

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga bergerak menguat ke level Rp17.956 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.962 per dolar AS. Pergerakan ini menjadi indikasi bahwa tekanan beli terhadap rupiah mulai terlihat di pasar domestik, meskipun volatilitas masih terbuka lebar menunggu rilis data ekonomi AS pekan ini.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top