IHSG Anjlok 3,05% ke 5.643,19, Investor Menunggu Sentimen Positif Domestik dan Global

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 20:14:31 WIB
IHSG ditutup anjlok 3,05% ke posisi 5.643,19 dengan tekanan dari sentimen domestik dan global.

JAKARTA — IHSG betah di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan sesi kedua. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut tertekan, turun 19,90 poin atau 3,47 persen ke posisi 553,11.

Dua Beban dari Dalam Negeri: MSCI dan Aturan Danantara

Dari sisi domestik, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut pasar masih terbebani oleh sentimen tinjauan MSCI. Selain itu, undang-undang baru yang memberikan kekebalan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan oleh Danantara turut mengguncang kepercayaan investor.

"Sentimen tersebut telah memberikan dampak negatif yang mendorong outflow arus dana investor asing," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Perang Dagang dan Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Global

Dari mancanegara, perhatian pelaku pasar tertuju pada dimulainya kembali pembicaraan perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Doha, Qatar. Sinyal yang beragam dari kedua pihak, termasuk pernyataan Teheran yang akan terus mengawasi lalu lintas di Selat Hormuz, membuat prospek perdamaian masih kabur.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan negosiasi akan dilanjutkan setelah kedua pihak sepakat menghentikan serangan bolak-balik di Selat Hormuz.

China Kirim Sinyal Positif, Namun Belum Cukup Kuat

Satu-satunya kabar positif datang dari China. Indeks manufaktur Negeri Tirai Bambu naik menjadi 50,3 dari sebelumnya 50,0, didukung oleh permintaan ekspor teknologi tinggi yang tangguh. Bank sentral China, PBOC, juga menyuntikkan 300 miliar yuan ke sistem keuangan melalui operasi reverse repo untuk memperkuat likuiditas jangka pendek.

11 Sektor Melemah, Sektor Barang Baku Paling Terpukul

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor saham tercatat melemah. Sektor barang baku menjadi yang paling dalam dengan penurunan 5,43 persen, disusul sektor energi yang turun 3,47 persen dan sektor barang konsumen non primer yang melemah 2,58 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar adalah PEGE, AYLS, BOBA, ESTA, dan ELPI. Sementara itu, saham-saham yang paling tertekan antara lain SAME, MMIX, EPAC, PANS, dan TALF.

Volume Transaksi Masih Tinggi, Frekuensi Capai 1,6 Juta Kali

Meski indeks melemah, aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.600.000 kali transaksi dengan total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 19,57 miliar lembar senilai Rp15,20 triliun. Sebanyak 141 saham berhasil naik, sementara 599 saham menurun, dan 219 saham stagnan.

Bagaimana Pergerakan Bursa Asia Hari Ini?

Bursa saham regional Asia sore ini bergerak mixed. Indeks Nikkei menguat 1,11 persen ke 70.240,00, dan indeks Shanghai naik 0,50 persen ke 4.094,40. Sebaliknya, indeks Hang Seng melemah 0,63 persen ke 22.881,02, dan indeks Strait Times turun 0,58 persen ke 5.178,42.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top