8 Warga Jambi Terlantar di Kamboja Bersama 1.700 WNI, Dua di Antaranya Asal Tebo Menanti Kepulangan

Penulis: Amrizal Halim  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 01:10:00 WIB
Dua warga asal Tebo bersama ribuan WNI terlantar di KBRI Phnom Penh, Kamboja.

TEBO — Dua warga asal Kecamatan 7 Koto, Kabupaten Tebo, menjadi bagian dari ribuan WNI yang kini terlantar di Kamboja. Made Akady, warga Desa Sungai Abang, dan Indra, warga Desa Teluk Kayu Putih, disebut tengah mengungsi di KBRI Phnom Penh bersama lebih dari 1.700 WNI lainnya.

Desakan dari Organisasi Lokal ke Presiden dan Pemda

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo, M. Husni, menyampaikan harapan besar agar para WNI ini segera dipulangkan. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan warga Tebo di Kamboja melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (1/7/2026).

"Kami sangat berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto selaku Dewan Kehormatan DPP Rampas, untuk dapat mengupayakan pemulangan saudara-saudara kita, para WNI yang terlantar di Kamboja," ujar Husni dalam pernyataannya.

Desakan serupa juga ditujukan kepada Gubernur Jambi Al Haris dan Pemerintah Kabupaten Tebo. Husni meminta pemda tidak tinggal diam dan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyelamatkan warganya.

Kondisi di KBRI dan Langkah yang Ditunggu

Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga dan organisasi daerah terus memantau perkembangan kondisi kesehatan serta keamanan para WNI di Phnom Penh. Mereka menanti langkah konkret dari pemerintah pusat maupun daerah untuk mengevakuasi ribuan warga yang mengungsi di KBRI tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tebo diharapkan segera mengambil peran aktif dalam proses pemulangan dua warganya yang kini terlantar di luar negeri. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama untuk mempercepat proses evakuasi.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: lingkaranistana.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top