TANGERANG — Dua helikopter waterbombing yang sebelumnya ditempatkan di Provinsi Jambi kini telah tiba di Bandara Pondok Cabe untuk memperkuat operasi pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin. Satu unit sudah berada di lokasi, sementara satu unit lainnya masih dalam perjalanan dari Jambi pada Rabu (1/7/2026).
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyatakan bahwa masing-masing helikopter MI-8AMT memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter. Teknik yang digunakan adalah pelepasan bom air tepat di puncak gunungan sampah yang masih mengeluarkan api dan kepulan asap tebal.
Djohan menjelaskan bahwa penyemprotan dari sisi bawah tidak memungkinkan dilakukan secara maksimal. Kondisi tumpukan sampah yang labil dan beresiko tinggi membahayakan keselamatan personel pemadam kebakaran, TNI, dan Polri yang bertugas di lapangan.
"Memang untuk menyampai ke titik api itu tidak memungkinkan karena kondisi yang labil beresiko. Tumpukan sampah itu membahayakan personel rekan-rekan pemadam kebakaran maupun TNI, Polri," ujarnya.
Operasi pemadaman dari udara memanfaatkan danau kecil yang berada di sebelah TPA sebagai sumber air. Helikopter akan mengambil air dari danau tersebut dan menjatuhkannya langsung ke titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.
"Jadi di sebelah TPA terdapat danau kecil dan nanti kita akan ambil air dari situ, jadi, bisa cepat. Mudah-mudahan ini dalam waktu dekat bisa bergeser ke lokasi untuk penindakan," kata Djohan.
Sementara itu, penyemprotan air dari sisi bawah tetap dilakukan sebagai upaya pendinginan. Petugas dari BPBD, TNI, dan Polri menyiram area dari utara hingga selatan TPA untuk mencegah api merambat ke area yang lebih luas.
BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan satu armada pesawat khusus untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Langkah ini diambil untuk mempercepat pemadaman dengan cara menyemai garam ke awan agar hujan turun di area TPA.
"Saya perlu ada awan untuk menyirami garam. Langkah-langkah pusat maupun daerah, kita tidak akan membiarkan begitu saja. Kita harus cepat tanggap," tegas Djohan.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasid, menyatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan status penanganan kebakaran dari siaga menjadi tanggap darurat. Keputusan ini diambil karena kebakaran telah meluas dari lima hektare menjadi 15 hektare dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
"Kita tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat, karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko," ucapnya.
Sebanyak 52 jiwa dari warga sekitar telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah melalui Puskesmas, camat, dan kepala desa setempat terus memantau situasi serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.