BPBD Jambi Dirikan 81 Posko Antisipasi Karhutla di 11 Kabupaten Kota, Personel Siaga 24 Jam Hadapi Puncak Kemarau

Penulis: Said Fauzi  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 20:35:31 WIB
Petugas BPBD Jambi siaga 24 jam di 81 posko antisipasi karhutla di 11 kabupaten kota.

JAMBI — Sebanyak 81 posko tersebar di kawasan rawan karhutla di 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Setiap posko diisi personel lintas sektor, mulai dari TNI/Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan Masyarakat Peduli Api.

Mengapa 81 Posko Didirikan Sekarang?

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan awal Juli 2026 merupakan puncak kemarau yang bersamaan dengan menguatnya fenomena El Nino. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran secara signifikan.

"Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung pada Juli sampai akhir September, bahkan Oktober 2026," kata Bachyuni di Jambi, Jumat (3/7/2026).

1.463 Titik Panas Terdeteksi, Dua Kabupaten Jadi Sorotan

Berdasarkan pemantauan Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP, BPBD mencatat total 1.463 hotspot sejak 1 Januari hingga 29 Juni 2026. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan 451 titik dan Muaro Jambi sebanyak 339 titik.

Rincian sebaran titik api di daerah lain: Sarolangun 199 titik, Merangin 138 titik, Tanjung Jabung Timur 99 titik, Tebo 84 titik, Batang Hari 71 titik, Bungo 53 titik, Kerinci 21 titik, Kota Jambi 7 titik, dan Sungai Penuh 1 titik.

Sistem Pelaporan Berjenjang dari Posko hingga Udara

Setiap posko diperkuat 10 personel beserta perlengkapan pemadaman. Tugas utama mereka melakukan sosialisasi bahaya karhutla ke masyarakat sekaligus menjadi garda terdepan melaporkan temuan titik api.

Petugas menyusun laporan secara berjenjang ke posko induk di Korem 042/Garuda Putih dan posko udara di Bandara Sultan Thaha Jambi. Sistem ini memungkinkan respons cepat begitu titik api terdeteksi.

Luas Lahan Terbakar Capai 137 Hektare

Hingga semester pertama 2026, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 137,72 hektare. Kabupaten Batang Hari mencatat area terbakar terluas yakni 36,42 hektare, disusul Sarolangun 44,90 hektare, dan Tanjung Jabung Barat 33,40 hektare.

"Kami membuat 81 posko tersebar di seluruh wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka melakukan antisipasi terjadi karhutla," ujar Bachyuni.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top