79 Anak Betino Kedepatian Tanjung Pauh Mudik Tampilkan Tari Kreasi di Festival Kenduri Sko Kerinci

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 06 Juli 2026 | 23:44:16 WIB
Anak Betino Kedepatian Tanjung Pauh Mudik menampilkan tari kreasi di Festival Kenduri Sko Kerinci.

KERINCI — Festival Budaya Kenduri Sko di Kedepatian Tanjung Pauh Mudik menjadi panggung bagi 79 anak perempuan atau Anak Betino untuk menunjukkan kebolehan menari. Mereka membawakan tari kreasi yang merupakan perpaduan dua akar tradisi: tari Iyo Iyo khas suku Kerinci dan Rentak Melayu.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, pada Minggu (5/7/2026). Rangkaian acara merupakan bagian dari Kenduri Sko Kedepatian Tanjung Pauh Mudik, sebuah ritual adat tahunan masyarakat setempat.

Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Warisan Hidup

Para penari yang semuanya berasal dari kalangan Anak Betino Kedepatian Tanjung Pauh Mudik ini tidak hanya tampil untuk menghibur. Tari kreasi yang mereka bawakan dirancang sebagai medium regenerasi budaya agar tradisi menari tetap hidup di kalangan generasi muda.

Wilayah Kedepatian Tanjung Pauh Mudik sendiri meliputi lima desa: Tanjung Pauh Mudik, Punai Merindu, Pancuran Tiga, Bukit Pulai, dan Sumur Jauh. Kelima desa ini memiliki ikatan adat yang kuat dan secara bersama melestarikan tari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Perpaduan Gerak Iyo Iyo dan Rentak Melayu

Tari yang ditampilkan bukanlah tari tradisi murni, melainkan hasil pengembangan. Tim seniman setempat memadukan gerakan tari Iyo Iyo—tarian khas suku Kerinci yang biasanya mengiringi upacara adat—dengan Rentak Melayu yang lebih dinamis.

Perpaduan ini menghasilkan gerakan baru yang tetap berpijak pada akar tradisi. Langkah ini dinilai penting agar tari tradisi tidak ditinggalkan generasi muda yang akrab dengan budaya populer.

Kenduri Sko: Lebih dari Sekadar Festival

Kenduri Sko merupakan upacara adat tahunan masyarakat Kerinci yang sarat nilai spiritual dan sosial. Di dalamnya, warga tidak hanya menggelar pertunjukan seni, tetapi juga menjalankan ritual warisan leluhur yang memperkuat ikatan komunal.

Festival Budaya Kenduri Sko menjadi salah satu wahana untuk memperkenalkan kembali tradisi kepada anak-anak dan remaja. Dengan melibatkan 79 Anak Betino sebagai penari, harapannya regenerasi pelestarian tari tradisi berjalan alami dari dalam komunitas.

Foto-foto kegiatan ini diabadikan oleh pewarta Antara, Wahdi Septiawan, dan menunjukkan antusiasme para penari cilik yang mengenakan pakaian adat khas Kerinci. Mereka menari dengan kompak di area terbuka yang menjadi pusat perayaan adat di desa tersebut.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top