JAKARTA — Laporan Fitch Ratings menjadi sentimen utama yang membebani pergerakan rupiah pada awal pekan ini. Dalam laporan terbarunya, lembaga pemeringkat internasional itu memberikan pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia. Indikator yang disorot meliputi pelemahan nilai tukar, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa perhatian utama Fitch Ratings bukan hanya pada angka-angka makro, melainkan pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah. "Perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Fitch Ratings juga memberikan peringatan keras terkait tekanan berkepanjangan yang dapat meningkatkan utang dan biaya pinjaman pemerintah. Kondisi ini, menurut lembaga tersebut, memperbesar risiko terhadap penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia. Hingga Maret 2026, peringkat utang Indonesia masih dipertahankan di level BBB, namun prospek (outlook)-nya telah di