JAMBI — Pertandingan di Dallas Stadium berlangsung ketat dengan kedua tim saling berbagi peluang. Spanyol unggul tipis dalam penguasaan bola, sementara Portugal nyaris memecah kebuntuan lebih dulu lewat tendangan bek kiri Nuno Mendes yang membentur mistar gawang Unai Simon. Namun, kebuntuan baru berakhir ketika dua pemain pengganti Matador, Ferran Torres dan Mikel Merino, bekerja sama di masa injury time. Umpan Torres diselesaikan Merino dengan tendangan rendah yang tak mampu dihalau kiper Diogo Costa.
Bagi Cristiano Ronaldo, laga ini menjadi penutup perjalanannya di enam edisi Piala Dunia. Statistik ESPN mencatat, ia hanya memiliki 19 sentuhan sepanjang pertandingan—12 di babak pertama yang merupakan rekor terendahnya di fase awal laga Piala Dunia. Setelah menit ke-80, pemain berusia 40 tahun itu bahkan tak menyentuh bola sama sekali.
Dari tiga percobaan tembakan yang ia lepaskan, hanya satu yang mengarah tepat sasaran dan ditepis Unai Simon pada babak pertama. Secara tim, Portugal hanya menghasilkan 0,58 expected goals (xG) dari total 10 percobaan. Usai laga, Ronaldo tak mampu menahan air mata, namun dalam wawancara ia menegaskan pencapaiannya bersama timnas tak akan terhapus oleh satu kekalahan.
"Saya telah memenangkan tiga titel bersama Portugal. Sebelum Cristiano, Portugal tidak memenangkan satu gelar pun selama sejarahnya," ujarnya. Pernyataan itu merujuk pada trofi Euro 2016, Nations League 2019, dan gelar lainnya yang ia persembahkan. Capaian terbaiknya di Piala Dunia tetap semifinal pada 2006 di Jerman, ketika ia bermain bersama Luis Figo dan Deco.
Kepastian bahwa ini adalah Piala Dunia terakhirnya menutup peluang tampil di edisi 2030 yang rencananya digelar bersama di Portugal, Spanyol, dan Maroko. Kini, Spanyol melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang laga Amerika Serikat versus Belgia.