Nasrul dan Atma Jaya, Dua Putra Kerinci yang Kini Pimpin Dinas Strategis di Pemprov Jambi: Tantangan Bedah Rumah 2026 Menanti

Penulis: Amrizal Halim  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 08:39:31 WIB
Nasrul dan Atma Jaya resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jambi.

JAMBI — Pelantikan dua Kepala Dinas asal Bumi Sakti Alam Kerinci ini bukan sekadar rotasi biasa. Gubernur Al Haris memilih Nasrul dan Atma Jaya dari hasil seleksi lelang jabatan yang ketat. Nasrul, pria kelahiran Keliling Danau tahun 1975, bukan wajah baru di lingkungan pemerintahan. Ia sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas Kadis PUPR dan Perkim dan bahkan meraih peringkat pertama sebagai Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Jambi.

Pengalaman Nasrul di bidang Pekerjaan Umum nyaris tak terputus. Ia pernah duduk di UPTD Alkal, Bidang Sumber Daya Air, hingga yang terakhir sebagai Kepala Bidang Cipta Karya. Di posisi itulah ia bertanggung jawab atas proyek-proyek besar seperti Stadion Swarna Bhumi dan Islamic Center, dua dari lima proyek multiyears Gubernur Al Haris yang menjadi legacy.

555 Rumah Tidak Layak Huni Jadi Prioritas 2026

Tantangan paling konkret yang menanti Nasrul adalah merealisasikan program bedah rumah tahun 2026. Program unggulan Haris-Sani sejak periode pertama ini menyediakan anggaran Rp20 juta per rumah untuk menyulap rumah tak layak huni menjadi layak ditinggali. Tahun ini, kuota yang disiapkan sebanyak 555 unit.

"Saat ini kami sedang merekrut tenaga pendamping atau tenaga teknis untuk mengawasi pelaksanaan bedah rumah," kata Nasrul saat ditemui wartawan usai pelantikan. Ia mengakui percepatan menjadi kunci mengingat tahun 2026 semakin mendekati penghujung tahun.

Protes Kuota dari Kampung Halaman Sendiri

Nasrul tak bisa mengabaikan catatan tahun lalu. Kuota bedah rumah untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh sempat menuai protes dari kalangan aktivis setempat. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Dapil Kerinci-Sungai Penuh, Arwianto, bahkan mengaku tak bisa tidur karena jumlah kuota yang dinilai sedikit. Ia bertekad agar alokasi 2026 lebih besar dan berkeadilan.

Untuk itu, Nasrul perlu duduk bersama dengan para wakil rakyat dari dapilnya. Ia disebut perlu merangkul sosok pemersatu seperti Arwiyanto, Edminuddin, serta legislator muda progresif seperti Afuan Yuza Putra (AYP), Rucita, dan Darmaiyansyah. Formulasi pembagian bedah rumah yang sesuai regulasi dan berkeadilan menjadi ujian tersendiri bagi Kadis baru ini.

Skema Alternatif: Gandeng Swasta dan Dana CSR

Nasrul tak hanya mengandalkan APBD. Ia telah menyusun langkah untuk mendorong program bantuan perumahan bagi masyarakat miskin ekstrem melalui skema pendanaan alternatif. "Kami akan segera menggandeng sektor swasta dan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyiasati efisiensi anggaran pemerintah," klaimnya.

Sementara itu, Drs. Atma Jaya, M.Si yang dikenal sebagai senior ASN Pemprov Jambi dan dedengkot IPDN Jambi, dipercaya memimpin dinas yang mengurus pemberdayaan masyarakat. Keduanya kini menjadi harapan baru bagi warga Kerinci yang berada di ujung barat Provinsi Jambi untuk membawa dampak nyata bagi daerah asal mereka.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: jambiekspres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top