JAMBI — Infinix resmi menambah jajaran ponsel entry-levelnya di Indonesia lewat Hot 70. Perangkat ini mengusung baterai berkapasitas 6.000 mAh yang diklaim mampu bertahan seharian penuh untuk aktivitas berat seperti bermain game atau streaming video.
Meski baterainya besar, ketebalan bodi Hot 70 hanya 7,49 milimeter dengan bobot 195 gram. Angka tersebut membuat ponsel ini tetap nyaman digenggam dengan satu tangan, sebuah keunggulan yang jarang ditemukan di ponsel baterai jumbo.
Layar 120 Hz menjadi nilai tambah di segmen harga ini, memberikan pengalaman scrolling yang lebih mulus saat bermain game atau berselancar di media sosial. Panel IPS LCD yang digunakan juga mendukung fitur Always-On Display, sebuah fitur yang biasanya hanya ada di ponsel kelas menengah ke atas.
Ciri paling mencolok dari Hot 70 ada di bagian belakang. Infinix menyebutnya sebagai Dynamic Shine Design yang dipadukan dengan lapisan Velvet-Smooth Finish. Panel ini bisa berubah warna seperti bunglon saat terkena pantulan cahaya dari sudut berbeda.
Selain memberikan efek visual yang unik, lapisan tersebut juga diklaim mampu mengurangi bekas sidik jari. Hasilnya, bodi ponsel tetap terlihat bersih dan elegan tanpa perlu sering dilap.
Infinix mengusung slogan "Find Your Color" untuk ponsel ini, menekankan bahwa perangkat tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup pengguna muda.
Hingga artikel ini ditulis, Infinix belum mengumumkan harga resmi Hot 70 untuk pasar Indonesia. Informasi mengenai varian RAM, penyimpanan internal, serta tanggal mulai penjualan juga masih belum tersedia.
Sebagai gambaran, pendahulunya — Infinix Hot 40 — dibanderol sekitar Rp 1,5 jutaan saat peluncuran. Dengan peningkatan chipset ke Helio G100 Ultimate dan baterai 6.000 mAh, kemungkinan besar Hot 70 akan berada di kisaran harga yang sama atau sedikit lebih tinggi.
Kami akan memperbarui artikel ini begitu informasi harga dan ketersediaan resmi diumumkan oleh Infinix Indonesia.
Dengan kombinasi baterai 6.000 mAh, layar 120 Hz, dan desain yang bisa berubah warna, Hot 70 bersaing langsung dengan ponsel entry-level lain yang mengandalkan daya tahan baterai sebagai jualan utama. Kompetitor sekelas seperti Realme C65 atau Xiaomi Redmi 14C belum ada yang menawarkan efek bunglon pada bodinya.
Kelebihan lain ada di bodi ramping yang tidak biasa untuk ponsel baterai besar. Namun, catatan penting: bahan ini belum menyebutkan spesifikasi kamera depan maupun belakang, juga tidak ada informasi mengenai dukungan fast charging. Kedua hal itu bisa menjadi faktor penentu bagi calon pembeli.
Target utama Hot 70 adalah generasi muda yang aktif seharian dan tidak ingin repot mencari colokan listrik. Baterai 6.000 mAh secara realistis mampu bertahan 1,5 hingga 2 hari untuk pemakaian normal, dan setidaknya sehari penuh untuk penggunaan berat seperti gaming atau nonton video.