TANJUNG JABUNG TIMUR — Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanjung Jabung Timur resmi memulai proses belajar mengajar. Gubernur Jambi Al Haris menyebut institusi ini bukan sekadar gedung baru, melainkan simbol hadirnya negara untuk memastikan anak-anak dengan keterbatasan ekonomi tetap bisa mengenyam pendidikan berkualitas.
Program ini diprioritaskan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data pemerintah. Langkah ini merupakan bentuk keberpihakan nyata negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dibangun dengan konsep pendidikan modern dan terpadu. Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan agar para siswa dapat belajar dengan nyaman, aman, dan penuh semangat.
Al Haris menegaskan bahwa lingkungan belajar yang baik akan melahirkan semangat belajar yang tinggi. Ia berharap setiap ruang kelas di sekolah ini menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Bagi Al Haris, hadirnya sekolah ini lebih dari sekadar kesempatan memperoleh ilmu pengetahuan. Institusi ini diharapkan mampu membangun rasa percaya diri dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki peluang sama untuk meraih cita-cita.
"Saya ingin melihat anak-anak dari Tanjung Jabung Timur tumbuh menjadi dokter, guru, insinyur, pengusaha, peneliti, pemimpin, dan berbagai profesi lainnya yang dapat membanggakan keluarga serta daerahnya," ujar Al Haris dalam pernyataannya, Selasa (11/2/2026).
Gubernur menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya jalan, jembatan, atau gedung yang berdiri. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika angka kemiskinan menurun dan kualitas pendidikan meningkat.
Al Haris memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat yang telah menggagas program ini. Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bukti pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia.
Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten agar program pendidikan serupa berjalan optimal. Targetnya sederhana namun tegas: tidak boleh ada anak di Provinsi Jambi yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi ataupun akses.
Al Haris juga menyampaikan harapan khusus kepada para guru yang mengabdikan diri di Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan tugas guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai kejujuran, disiplin, serta tanggung jawab.
Sementara itu, para orang tua diajak untuk terus mendukung anak-anak dalam menempuh pendidikan. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah disebut sebagai kunci keberhasilan dalam mencetak generasi berkualitas.
Al Haris optimistis beberapa tahun ke depan, anak-anak yang hari ini duduk di bangku Sekolah Rakyat akan tumbuh menjadi generasi yang mampu bersaing dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa.