Samsung Galaxy Z Fold 8 Ubah Desain Jadi Lebih Lebar, Ini Hasil Review Lengkapnya

Penulis: Said Fauzi  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 00:29:01 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 resmi hadir dengan desain bodi lebih pendek dan lebar untuk pengalaman menonton video lebih imersif.

JAMBI — Engadget baru saja merilis rangkuman review untuk sejumlah gadget terbaru yang mereka uji dalam beberapa pekan terakhir. Ada lima produk utama yang dibahas, mulai dari ponsel lipat Samsung, kacamata pintar Meta, kamera gimbal DJI, kamera mirrorless Canon, sampai laptop gaming Alienware. Berikut rangkuman lengkapnya untuk kamu yang sedang mencari perangkat baru.

Samsung Galaxy Z Fold 8: Desain Baru yang Lebih Masuk Akal

Perubahan dimensi menjadi kunci utama pada Galaxy Z Fold 8. Samsung mengubah proporsi bodi menjadi lebih pendek dan lebih lebar dibanding pendahulunya. Menurut Sam Rutherford, Senior Reviews Editor Engadget, tweak desain ini justru membuat Fold 8 versi "reguler" menjadi pilihan yang lebih menarik dibanding varian Ultra.

"Dengan mengubah desainnya dan benar-benar fokus pada apa yang paling sering dilakukan orang dengan ponsel mereka (yaitu menonton game dan video), Samsung telah membuat foldable yang brilian," ujar Rutherford. "Faktanya, ini sangat bagus sehingga saya berharap Ultra mendapat perlakuan serupa."

Perubahan rasio layar ini secara praktis membuat pengalaman menonton video dan bermain game terasa lebih imersif tanpa harus membuka layar sepenuhnya. Bagi pengguna yang kerap mengonsumsi media di perangkat lipat, perubahan ergonomis ini menjadi nilai jual utama.

Meta Glasses: Lebih Murah, Tapi Desain Kurang Matang

Meta meluncurkan lini kacamata pintar pertamanya yang tidak lagi berkolaborasi dengan merek eyewear besar. Harganya lebih terjangkau, namun menurut Senior Reporter Engadget, Karissa Bell, hasil akhir desainnya tidak se-polish kolaborasi sebelumnya.

"Jika Anda ingin lensa resep, sulit untuk tidak merekomendasikan lini Optics, meskipun harganya lebih mahal," kata Bell. "Demikian pula, jika Anda menginginkan kacamata hitam untuk aktivitas atletik, salah satu versi Oakley mungkin pilihan yang aman. Tetapi kacamata Meta sendiri adalah nilai yang bagus."

Artinya, kacamata Meta ini cocok untuk pengguna yang ingin mencoba teknologi smart glasses tanpa mengeluarkan biaya besar. Namun, jika estetika dan opsi personalisasi adalah prioritas utama, varian kolaborasi dengan merek lain masih menjadi pilihan terbaik.

DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Pro dengan Satu Masalah Besar

DJI kini menghadirkan Osmo Pocket 4P dengan sistem dual-lens untuk menyasar segmen prosumer. Persaingan di kategori kamera gimbal saku memang semakin ketat, dan DJI merespons dengan upgrade signifikan. Sayangnya, ketersediaan produk ini di pasar Amerika Serikat menjadi kendala utama.

"Apakah Pocket 4P layak ditunggu? Jawabannya adalah ya," kata kontributor review James Trew. "Tetapi sejauh mana tergantung di mana Anda tinggal. Jika Anda bisa menerima harga jual kembali yang melambung, atau bisa mendapatkannya sendiri di harga eceran, ini adalah evolusi yang solid untuk seri Pocket DJI."

Untuk pasar Indonesia, calon pembeli perlu mempertimbangkan jalur impor atau membeli dari toko online tertentu. Pastikan untuk menghitung estimasi biaya tambahan sebelum memutuskan membeli.

Canon EOS R6 V: Spesialis Video, Bukan Fotografer

Canon EOS R6 V dirancang khusus untuk para vlogger dan kreator konten video. Kualitas video RAW-nya disebut sangat impresif, didukung handling yang baik, stabilisasi in-body, dan autofocus video yang andal. Namun, kemampuan fotonya hanya sekadar pelengkap.

"Beberapa kamera mirrorless hybrid seperti Sony A7 V lebih baik untuk fotografi daripada video, tetapi R6 V Canon berada di kubu yang berlawanan," kata kontributor Steve Dent. "Ini adalah kamera vlogging dan kreator yang luar biasa berkat kualitas video RAW yang luar biasa, handling yang sangat baik, stabilisasi in-body, dan autofocus video yang andal. Fotografi bukanlah keunggulannya, dan hanya boleh digunakan secukupnya."

Kesimpulannya, kamera ini jelas bukan untuk fotografer yang menginginkan perangkat serba bisa. R6 V adalah pilihan tepat bagi kreator yang fokus pada produksi video berkualitas tinggi.

Alienware 15: Laptop Gaming Murah Pertama yang Layak Dipertimbangkan

Kenaikan harga komponen membuat laptop gaming semakin mahal. Alienware menjawabnya dengan merilis laptop gaming budget pertama mereka, Alienware 15. Meski memiliki beberapa kekurangan, nilai yang ditawarkan untuk kelas harganya terbilang menarik.

"Meskipun saya berharap Alienware 15 memiliki layar dan webcam yang lebih baik, kekurangannya tidak terlalu mengganggu seperti yang mungkin terjadi pada sistem yang lebih mahal," kata Sam. "Dan jika Anda mampu membeli model yang sedikit ditingkatkan seperti yang saya ulas di sini, ada banyak hal yang disukai dari Alienware 15."

Laptop ini menjadi opsi solid bagi gamer dengan anggaran terbatas yang tetap menginginkan performa gaming yang mumpuni dari merek premium. Disarankan untuk memilih varian dengan spesifikasi sedikit lebih tinggi untuk pengalaman yang lebih optimal.

Dari kelima produk tersebut, pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan. Untuk produktivitas dan hiburan mobile, Galaxy Z Fold 8 adalah pilihan paling menarik. Sementara untuk kreator konten, DJI Osmo Pocket 4P dan Canon EOS R6 V menawarkan spesialisasi yang jelas. Jangan lupa pertimbangkan ketersediaan dan harga di pasar Indonesia sebelum memutuskan membeli.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top