JAMBI — Zelensky mengatakan, pemerintah Inggris telah memberikan konfirmasi terkait produksi rudal jarak jauh SCALP. Sementara itu, izin penggunaan dan lisensi juga telah disepakati dalam komunikasinya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Kami menerima konfirmasi dari Inggris mengenai produksi rudal jarak jauh SCALP. Sebelumnya, kami berbicara dengan Presiden (Prancis) Emmanuel Macron, dan beliau mengonfirmasi izin penggunaan SCALP serta lisensinya. Kami akan segera bertindak," ujar Zelensky.
Keputusan ini membuka jalan bagi perusahaan pertahanan MBDA untuk berbagi informasi rahasia mengenai komponen Inggris pada rudal SCALP dengan Ukraina. Berbagi data teknis ini memungkinkan Kyiv membangun lini perakitan sendiri di dalam negeri.
SCALP merupakan sebutan Prancis untuk rudal yang dikenal sebagai Storm Shadow di Inggris. Rudal jelajah buatan Prancis-Inggris ini memiliki jangkauan lebih dari 250 kilometer atau sekitar 155 mil, menjadikannya salah satu senjata kunci dalam menghadapi invasi Rusia.
Dalam kesempatan yang sama, Zelensky juga membahas pengembangan sistem pertahanan anti-rudal balistik terintegrasi lewat proyek FREYJA. Ia berharap mendapatkan jadwal rinci dalam tujuh hingga sepuluh hari ke depan, termasuk daftar perusahaan dan negara yang terlibat dalam penyelesaian proyek tersebut.
FREYJA diluncurkan pada Juli lalu oleh Koalisi Anti-Rudal Balistik Terintegrasi yang beranggotakan sepuluh negara, di antaranya Ukraina, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Denmark. Ukraina bertugas mengembangkan rudal pencegat dan peluncurnya, sementara mitra Eropa memasok radar, sensor, dan komponen penting lain. Target prototipe sistem ini dijadwalkan rampung pada pertengahan 2027.
Zelensky menyebut Norwegia telah mengonfirmasi dukungan finansial sebesar 9 miliar dolar AS untuk Ukraina pada 2027. Dana tersebut juga berpotensi digunakan untuk mendanai kantor khusus proyek FREYJA. Dukungan ini diberikan melalui program Nansen dengan nilai yang kurang lebih sama dengan tahun ini.
Ukraina juga menerima konfirmasi pengiriman sistem pertahanan udara Crotale beserta misilnya, serta misil AIM yang digunakan untuk mencegat rudal Rusia. Selain itu, tambahan misil Patriot telah diterima, meski Zelensky tidak merinci jumlah maupun pihak pemasoknya.
Di tengah gelombang bantuan tersebut, Zelensky mengungkapkan Ukraina masih menghadapi kekurangan anggaran pertahanan sebesar 27 miliar dolar AS. Kyiv membutuhkan sekitar 10 miliar dolar AS untuk memastikan ketersediaan persenjataan pada awal 2027.
Keputusan Inggris untuk memberikan informasi teknis komponen SCALP mendapat kecaman keras dari Rusia. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan langkah itu sama saja dengan "menyiramkan bensin ke dalam api".
Peskov menegaskan Rusia akan berupaya mengidentifikasi dan menghancurkan fasilitas produksi misil Ukraina. Pernyataan ini menegaskan eskalasi ketegangan yang terus berlanjut seiring meningkatnya dukungan militer Barat kepada Ukraina.