JAMBI — Ribuan matahari tersenyum di Auditorium Chatib Quzwain UIN STS Jambi, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 673 lulusan mengikuti prosesi wisuda periode II sesi pertama, menandai tuntasnya perjalanan panjang mereka di bangku kuliah. Namun, di balik euforia toga dan ijazah, ada tanggung jawab besar yang dititipkan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris.
Al Haris menghadiri langsung Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-72, Magister ke-45, dan Doktor ke-21 tersebut. Ia menegaskan bahwa UIN STS Jambi memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing untuk provinsi ini.
Ilmu yang Diuji di Lapangan
Menurut Al Haris, kelulusan bukanlah garis akhir. Para wisudawan justru dituntut untuk membuktikan bahwa ilmu yang mereka serap selama kuliah bisa diterjemahkan menjadi kontribusi nyata.
"Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati UIN STS Jambi," ujar Al Haris dalam sambutannya.
Ia berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Lebih dari Sekadar Predikat Cumlaude
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, mengingatkan bahwa di balik 673 nama yang diwisuda hari itu, tersimpan kisah perjuangan yang berbeda-beda. Sebagian mungkin meraih predikat cumlaude dengan jalan akademik mulus, namun tidak sedikit yang harus berjuang melawan keterbatasan ekonomi, tekanan keluarga, hingga tuntutan pekerjaan.
"Selamat kepada 673 wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyelesaikan tahapan penting," kata Prof. Kasful Anwar.
Menurutnya, kelulusan ini adalah bukti nyata bahwa setiap tantangan hidup bisa dilewati. Prosesi wisuda menjadi simbol bahwa mereka telah menuntaskan satu fase penting, sekaligus membuka lembaran baru sebagai alumni yang diharapkan membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.