JAMBI — Kafilah Kabupaten Merangin menjadi rombongan terakhir yang tiba di Kota Jambi, menandai rampungnya seluruh proses penyambutan peserta MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi. Kedatangan mereka diterima Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Jambi, didampingi Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan dan jajaran Pemkot Jambi.
Penerimaan kafilah berlangsung di Lobi Utama Kantor Wali Kota Jambi dengan nuansa religius. Pemkot Jambi menyebut rangkaian penyambutan ini sebagai bagian dari komitmen sebagai tuan rumah untuk memberi pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Pada hari kedua penyambutan, kafilah Kota Sungai Penuh menjadi rombongan pertama yang tiba Sabtu pagi. Kedatangan mereka disusul kafilah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tebo, dan Merangin.
Setiap kafilah didampingi ketua serta pendamping masing-masing. Total peserta MTQH ke-55 di Kota Jambi mencapai 1.178 orang, sudah termasuk jumlah official dan pendamping.
Diza menyampaikan salam hangat dari Wali Kota Jambi sekaligus mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah. Menurutnya, MTQH bukan hanya ajang kompetisi meraih prestasi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan menyebarluaskan syiar Islam.
"Di tengah kondisi yang masih dihadapkan pada berbagai bencana, termasuk kabut asap, mari kita manfaatkan momentum ini untuk bersama-sama berdoa agar Provinsi Jambi dijauhkan dari segala bentuk bencana berkepanjangan," ujarnya.
Diza menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda. Ia berharap MTQH tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
"MTQH bukan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa pemenangnya. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan menjaga dan menyebarluaskan syiar Islam serta membentuk generasi muda yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an," tegasnya.
Penyelenggaraan MTQH dinilai memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama melalui peningkatan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah. Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi berupaya menjadikan kegiatan ini sebagai peluang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Rangkaian penyambutan juga disebut menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antardaerah dalam mendukung syiar Islam serta pembinaan generasi Qurani. Seluruh kafilah kini bersiap mengikuti rangkaian lomba MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi.