Nilai tukar rupiah dibuka menguat 28 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.695 per dolar AS pada perdagangan Rabu (27/8), berbalik dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.723. Penguatan ini didorong anjloknya harga minyak mentah dunia menyusul meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, khususnya pembahasan koridor maritim di Selat Hormuz.
JAKARTA — Pasar valuta asing domestik kembali menunjukkan pergerakan positif di tengah meredanya ketegangan geopolitik global. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah kali ini lebih banyak dipicu faktor eksternal, terutama penurunan signifikan harga minyak mentah dunia.
Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok ke kisaran 86,2 dolar AS per barel, melanjutkan penurunan 2,4 persen pada sesi sebelumnya. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga terpantau turun 5,5 persen menjadi 80,40 dolar AS per barel.
Sentimen Damai di Selat Hormuz Menjadi Katalis Utama
Koreksi harga minyak ini tidak lepas dari kabar diplomatik yang berkembang di kawasan Teluk. Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, dan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, dikabarkan membahas upaya pemulihan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.
Kedua menlu tersebut menekankan perlunya melanjutkan pembicaraan untuk mencapai kesepahaman praktis. Langkah ini dinilai dapat memfasilitasi kelancaran arus pelayaran sekaligus mendukung keamanan dan stabilitas kawasan.
Bagaimana Pergerakan Rupiah ke Depan?
Lukman menuturkan, dari sisi domestik, tidak ada sentimen signifikan yang mempengaruhi pergerakan kurs rupiah pada hari ini. Namun, para pelaku pasar disebut akan tetap waspada terhadap agenda aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung Kamis (28/8) besok.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, analis memproyeksikan pergerakan rupiah pada hari ini akan berkisar di rentang Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS. Pasar masih menunggu perkembangan lanjutan dari situasi geopolitik dan aksi demonstrasi di dalam negeri sebagai penentu arah selanjutnya.