Pencarian

Satgas Karhutla Jambi Terapkan Pola Penyekatan di Tanjab Timur, Cegah Api di Lahan Gambut Meluas

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:39:32 WIB
Satgas Karhutla Jambi Terapkan Pola Penyekatan di Tanjab Timur, Cegah Api di Lahan Gambut Meluas
Satgas Karhutla bersama Destana menerapkan pola penyekatan untuk mencegah api meluas di lahan gambut Tanjab Timur.

Tim satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) bersama kelompok masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) menerapkan pola penyekatan untuk mencegah kebakaran lahan gambut semakin meluas di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Langkah ini diambil setelah api berhasil dikendalikan, namun proses pendinginan masih terus dilakukan karena kedalaman gambut yang terbakar mencapai tiga meter.

TANJUNG JABUNG TIMUR — Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, masih terus berlanjut. Tim gabungan tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga melakukan penyekatan menggunakan alat berat untuk memutus jalur perambatan api ke area lain.

Kepala Desa Rawasari, Abdul Rokib, mengatakan kebakaran yang terjadi di wilayahnya sudah mulai terkendali. Pihaknya bersama Destana, Damkar kecamatan, dan perusahaan sekitar kini tengah fokus melakukan tahap pendinginan.

"Kebakaran sudah terkendali, saat ini kawan-kawan dari Destana, Damkar kecamatan serta rekan-rekan dari perusahaan sekitar mampu mengendalikan api, tinggal pendinginan," kata Abdul Rokib di lokasi kebakaran, Rabu.

Penyekatan Jadi Kunci Cegah Api Meluas

Pola penyekatan dilakukan dengan menggali tanah menggunakan dua unit alat berat bantuan dari perusahaan pemilik lahan konsesi. Langkah ini dinilai krusial mengingat pasokan air di lapangan sangat terbatas dan lahan gambut yang terbakar mencapai kedalaman tiga meter.

Menurut Abdul Rokib, tanpa penyekatan, api dikhawatirkan merambat dengan cepat melalui lapisan gambut di bawah permukaan tanah. Kondisi ini yang membuat kebakaran berpotensi semakin tidak terkendali.

"Kita terus fokus melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan air yang ada, semua kita libatkan," ungkapnya.

Kronologi Kebakaran dan Kendala di Lapangan

Camat Berbak, Nopi Ardiansyah, menyampaikan laporan kebakaran pertama kali diterima dari kepala desa setempat, Manggala Agni, serta Destana pada Minggu (25/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Lahan yang terbakar merupakan kombinasi antara lahan kelapa sawit milik warga dan semak belukar yang belum digarap.

Proses pemadaman sempat terhenti pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB karena kondisi medan yang tidak memungkinkan. Sebelum dihentikan, petugas telah melakukan penyekatan menggunakan ekskavator untuk memutus perambatan api.

Tim gabungan yang diterjunkan melibatkan TNI, Destana, Damkar kecamatan, Manggala Agni, BPBD, pihak perusahaan perkebunan, serta partisipasi warga setempat. Meski jumlah personel cukup banyak, petugas menghadapi sejumlah kendala berarti.

Lokasi sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran menjadi tantangan utama dalam proses pendinginan. Selain itu, angin kencang turut memicu munculnya asap tebal dan berpotensi menimbulkan titik api baru.

"Masyarakat di sini cukup tanggap membantu pemadaman bersama, kita dapat bantuan tenaga lagi dari perusahaan dan BPBD, sekarang sedang menuju ke sini membantu pemadaman," tutup camat.

135 Titik Api Terpantau Sepanjang 2024

Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, mengungkapkan selama periode Januari hingga Agustus jumlah titik api di wilayahnya mencapai 135 titik. Lonjakan terbanyak terjadi pada Agustus dengan 53 titik api tercatat.

Akibat musim kemarau, luas lahan yang terbakar telah mencapai 108 hektare, seluruhnya berada dalam kawasan lahan gambut. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena 56 persen dari 514 ribu hektare daratan di Tanjung Jabung Timur merupakan lahan gambut yang sangat riskan terbakar.

"Dari 514 ribu hektare luas daratan di Tanjung Jabung Timur, 56 persennya lahan gambut, sangat riskan, kehadiran pak menteri (24/8) (diharapkan) menjadi motivasi bahwa perhatian pemerintah betul-betul hadir," ungkap dia.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks