MUARO JAMBI — Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menyampaikan bahwa capaian penurunan kemiskinan di wilayahnya belum berjalan lurus. Data yang dihimpun pemerintah daerah menunjukkan angka kemiskinan sempat turun ke 3,65 persen pada 2024, lalu naik lagi ke 4,32 persen pada 2025.
Pada 2026, angka kemiskinan kembali turun ke level 4,05 persen per Maret. Menurut Bambang, capaian itu belum cukup jadi patokan bahwa persoalan sudah selesai.
Rekam Jejak Angka Kemiskinan Muaro Jambi 2023-2026
Perjalanan angka kemiskinan Kabupaten Muaro Jambi dalam empat tahun terakhir tidak bergerak satu arah. Pemerintah daerah mencatat penurunan pada 2024, kenaikan pada 2025, lalu penurunan kembali pada 2026.
- 2023: 4,43 persen
- 2024: 3,65 persen
- 2025: 4,32 persen
- 2026 (per Maret): 4,05 persen
Fluktuasi itu menjadi catatan tersendiri bagi Pemkab Muaro Jambi. Sebab, target pengentasan kemiskinan membutuhkan tren penurunan yang konsisten, bukan angka yang naik-turun antar tahun.
Pengangguran Turun Tiga Tahun Berturut-turut
Berbeda dengan kemiskinan, indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Muaro Jambi menunjukkan perbaikan berkelanjutan. TPT turun dari 5,40 persen pada 2023 menjadi 5,27 persen pada 2024.
Angka itu kembali menurun menjadi 5,02 persen pada 2025. Pemerintah kabupaten menilai tren ini sebagai modal untuk memperluas kesempatan kerja di wilayahnya.
Sejumlah langkah disiapkan untuk menjaga penurunan tersebut. Pemkab Muaro Jambi mendorong pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, penempatan tenaga kerja, penguatan UMKM, hingga peningkatan investasi di sektor padat karya.
Kemiskinan Ekstrem Jadi Fokus Program Berkelanjutan
Bambang menyebut pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem masuk dalam prioritas pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya program yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
"4,43% pada tahun 2023 dan tahun 2026 per Maret 2026 turun menjadi 4,05%. Ini konsentrasi pemerintah daerah Muaro Jambi. Pengentasan kemiskinan, miskin ekstrem, kemudian masyarakat apa namanya, dinamika kesejahteraan masyarakat menjadi poin penting untuk kita siapkan program berkelanjutan," ucap Bambang.
Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi bukan hanya menurunkan angka pengangguran. Yang sama penting adalah memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga.
Pekerjaan Rumah: Menjaga Tren Turun Tetap Konsisten
Dengan angka kemiskinan yang sempat naik pada 2025, Pemkab Muaro Jambi menghadapi pekerjaan rumah untuk menjaga tren penurunan tetap berjalan. Capaian 4,05 persen pada Maret 2026 menjadi titik awal, bukan garis akhir.
Perluasan lapangan kerja lewat pendidikan vokasi dan penguatan UMKM disebut sebagai jalur yang terus didorong. Dampaknya ke warga diharapkan terasa langsung, terutama bagi kelompok miskin ekstrem di kabupaten itu.