JAKARTA — Angin segar berembus bagi generasi muda yang bercita-cita berkuliah di bidang perkebunan. BPDP memastikan program beasiswa penuh untuk jenjang Diploma Perkebunan dan Sarjana (S1) terus berlanjut, dengan jatah penerima yang melonjak dari 4.000 menjadi 5.000 orang pada tahun ini.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa program ini bukan proyek musiman. “Selama BPDP berdiri, Program Beasiswa SDM Sawit akan tetap ada,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, Selasa (2/6).
Ia menjelaskan, peningkatan kuota menjadi 5.000 penerima adalah wujud komitmen pemerintah memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda. Targetnya: menyiapkan SDM unggul yang kelak menjadi motor penggerak industri sawit nasional.
Tidak hanya soal jumlah, kualitas pendidikan juga menjadi perhatian. Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE), Ir. St. Nugroho Kristono, M.T., menjamin kesiapan institusi pendidikan mitra. Sebanyak 42 lembaga pendidikan tinggi di berbagai wilayah telah menyusun kurikulum operasional yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Program Beasiswa SDM Sawit menjadi instrumen penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, dan pemahaman kuat terhadap industri perkebunan modern,” kata Nugroho.
Beasiswa ini diprioritaskan bagi masyarakat yang berkecimpung langsung di lapangan. BPDP menetapkan tiga kategori utama penerima, yaitu:
Pendaftaran dan seluruh tahapan seleksi dapat diakses secara daring melalui laman resmi sdmperkebunan.bpdp.or.id.
Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., mengingatkan urgensi penyiapan generasi baru. Menurutnya, tantangan industri sawit ke depan semakin kompleks, mulai dari produktivitas hingga keberlanjutan.
“Regenerasi talenta perkebunan harus dipersiapkan sejak sekarang. Program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi profesional yang mampu meningkatkan inovasi dan daya saing sektor perkebunan Indonesia,” jelas Iim.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2016 hingga tahun lalu, program bantuan biaya pendidikan ini telah mendistribusikan manfaat kepada total 13.265 mahasiswa dari seluruh daerah produsen. Dengan tambahan 5.000 kursi baru pada 2026, BPDP optimistis angka tersebut akan terus bertambah, menciptakan rantai pasok SDM yang lebih kuat untuk industri sawit tanah air.