MUARA SABAK — Suasana berbeda terlihat di blok hunian Lapas Narkotika Kelas II B Muara Sabak, Senin malam. Puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) berkumpul di depan layar proyektor untuk menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.
Hanya WBP Risiko Rendah yang Diperbolehkan Nobar
Kegiatan nonton bareng ini hanya diikuti oleh WBP dengan kategori risiko rendah. Pihak lapas menerapkan pengawalan ketat selama acara berlangsung untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Kami fasilitasi sebagai bentuk hiburan, sekaligus menyemarakkan gelaran Piala Dunia 2026,” ujar perwakilan petugas Lapas Narkotika Muara Sabak.
Mengapa Nobar Final Piala Dunia Digelar di Lapas?
Lapas Narkotika Kelas II B Muara Sabak merupakan satu-satunya lembaga pemasyarakatan khusus narkotika di Provinsi Jambi. Selain menjalankan fungsi pemidanaan, lapas juga berupaya memberikan program pembinaan dan rekreasional bagi para narapidana.
Kegiatan nobar ini menjadi salah satu bentuk pembinaan mental dan hiburan di tengah masa hukuman. Pertandingan final yang mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, dipilih karena memiliki daya tarik tinggi bagi para warga binaan.
Antusiasme WBP dan Pengamanan Melekat
Para WBP yang mengikuti nobar tampak antusias menyaksikan jalannya pertandingan. Namun, pengamanan tetap menjadi prioritas utama. Petugas bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kegiatan berlangsung tertib hingga pertandingan usai. Tidak ada insiden selama acara nobar berlangsung.
Hiburan Sepak Bola di Tengah Masa Pembinaan
Program nonton bareng pertandingan olahraga internasional seperti Piala Dunia dinilai positif untuk menjaga stabilitas emosi dan mengurangi ketegangan di dalam lapas. Ke depan, kegiatan serupa berpotensi diadakan kembali jika momen olahraga besar lainnya berlangsung.