Baznas Kota Jambi Ubah Dana Zakat Jadi Modal Usaha, 3 Mustahik Binaan Rumah Jahit Kini Produksi Seragam Sekolah

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:12:31 WIB
Mustahik binaan Baznas Kota Jambi aktif memproduksi seragam sekolah di Rumah Jahit Baznas.

JAMBI — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi mengoperasikan Rumah Jahit Baznas (RJB) sebagai wadah pelatihan dan produksi garmen bagi mustahik. Program ini mengusung tema "Dari Zakat Kita Berdaya, Dari Keterampilan Kita Sejahtera" dengan empat kegiatan utama: pelatihan menjahit, pendampingan keterampilan dan kewirausahaan, produksi pakaian, serta pengembangan akses pasar.

Padli mengatakan program ini adalah langkah strategis untuk mengubah pola pikir mustahik. "Rumah Jahit Baznas hadir untuk menumbuhkan kemandirian, meningkatkan keterampilan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi para mustahik," ujarnya di Jambi, Rabu.

Dari Pemula hingga Mahir: Produk Garmen Siap Jual

Pelatihan di RJB dirancang bertahap, dari tingkat dasar hingga mahir. Peserta belajar menjahit seragam sekolah, baju koko, dan berbagai produk garmen lain yang memiliki nilai jual. Sejumlah mustahik binaan kini sudah memproduksi secara rutin dan siap memasarkan hasil jahitan mereka.

Baznas Kota Jambi tidak hanya menyediakan mesin jahit dan bahan baku. Lembaga ini juga memberikan pendampingan usaha agar peserta mampu mengelola produksi, menghitung modal, dan membuka peluang kerja bagi warga lain.

Zakat Produktif: Mengubah Penerima Jadi Pemberi

Padli menekankan bahwa pengelolaan zakat secara produktif diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mustahik sekaligus mengubah penerima zakat menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi. "Kami juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat melalui Baznas agar manfaatnya semakin luas dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," kata dia.

Selama ini, sebagian besar dana zakat di kota Jambi masih disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif seperti sembako dan uang tunai. Program RJB menjadi salah satu upaya Baznas untuk mengoptimalkan dana zakat agar dampaknya lebih berkelanjutan.

Transparansi Pengelolaan Zakat Jadi Kunci

Baznas Kota Jambi berkomitmen mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan profesional. Lembaga ini rutin melaporkan penggunaan dana kepada publik dan pemerintah kota.

Program Rumah Jahit Baznas diharapkan bisa menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang bisa direplikasi di daerah lain. Dengan keterampilan yang dimiliki, para mustahik tidak lagi bergantung pada bantuan musiman, tetapi memiliki sumber penghasilan yang stabil dari hasil karya sendiri.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top