SUNGAI PENUH — Sebanyak 30 guru agama tingkat SMA dan SMK mengikuti pelatihan metode membaca Al Quran dalam 30 menit yang digagas TP PKK Provinsi Jambi, Sabtu pekan lalu. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh dan menghadirkan narasumber dari tim pengembang metode karya Achmad Farid Hasan.
Metode 30 Menit: Cara Cepat Baca Al Quran Tanpa Guru Privat
Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Al Haris, mengatakan metode ini dirancang agar peserta bisa membaca Al Quran secara mandiri dalam waktu singkat. "Kita hadir untuk membangkitkan semangat gerakan belajar Al Quran, pelatihan kali ini diberikan kepada guru tingkat SLTA," ujarnya.
Menurut Hesnidar, keberhasilan belajar Al Quran sangat bergantung pada metode yang tepat. Materi yang mudah dipahami dan diingat akan mempercepat proses pembelajaran, terutama bagi pemula.
Guru Jadi Agen Perubahan di Sekolah dan Keluarga
Pelatihan tidak berhenti pada peserta. Para guru agama yang mengikuti kegiatan ini diwajibkan menularkan teknik pengajaran tersebut ke siswa di sekolah masing-masing. "Pembelajaran yang ditularkan oleh narasumber dan fasilitator, sehingga para peserta dapat menerapkan teknik pengajaran secara langsung di sekolah," kata Hesnidar.
Upaya ini sekaligus memperkuat akses pembelajaran Al Quran di tingkat keluarga dan komunitas. TP PKK mendorong pola pembinaan berkelanjutan agar setiap anak dan anggota keluarga memiliki kesempatan belajar membaca ayat suci dengan metode yang efektif dan menyenangkan.
Komitmen Pemerintah Berantas Buta Aksara Al Quran
Hesnidar menegaskan bahwa program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberantas buta aksara Al Quran di tengah masyarakat. Metode belajar mandiri 30 menit disebut mampu membuat siapa pun bisa membaca Al Quran dengan cepat, mudah, dan praktis.
"Pelatihan ini diharapkan memberi keterampilan praktis kepada guru agama agar dapat menularkan metode pembelajaran cepat kepada siswa, sehingga kecintaan dan kemampuan membaca Al Quran meningkat secara merata di seluruh provinsi," pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari lima pilar pembangunan daerah Jambi, salah satunya Pro Jambi Agamis yang fokus pada penguatan nilai keagamaan di masyarakat.