JAMBI — Laga penutup fase grup yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (10/7/2026) berjalan ketat sejak menit awal. Goal Aksis yang butuh kemenangan untuk memastikan posisi runner-up Grup B langsung mengambil kendali permainan, namun Tigers Football Academy menunjukkan disiplin pertahanan yang solid selama 10 menit pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-18. Memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Dian Aprilia Pary yang gagal diamankan kiper Allicia Pramitha Husada, Vanessa Putri Danka Akasah yang baru masuk dari bangku cadangan sukses menjebol gawang Tigers. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Goal Aksis terus meningkatkan intensitas serangan. Variasi umpan terobosan dan tembakan jarak jauh menjadi senjata andalan untuk membongkar pertahanan lawan. Hasilnya, gol kedua lahir di menit ke-34 melalui skema lemparan ke dalam yang dimanfaatkan oleh Nadia Afriliani untuk menggandakan keunggulan.
Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan, mengapresiasi penampilan timnya yang dinilainya jauh lebih tenang dibanding pertandingan sebelumnya. “Mereka hari ini main lebih tenang, jadi lebih keluar potensinya. Karakter permainan Goal Aksis, cara bermain build-up, defending, dan transisinya mulai terlihat,” ujarnya.
Senada dengan sang pelatih, penyerang Alika Nailah Arkana Oskar menyebut kunci kemenangan adalah komunikasi dan kesabaran. “Hari ini kami lebih banyak berkomunikasi di lapangan, mainnya lebih sabar jadi tidak gampang kehilangan bola,” kata pemain bernomor punggung 9 itu.
Dengan hasil ini, Goal Aksis dipastikan akan berhadapan dengan Mojang Priangan di babak semifinal. Mojang Priangan sendiri melaju sebagai juara Grup A dengan catatan sempurna: tiga kemenangan, lima gol, dan tanpa kebobolan satu pun.
Menghadapi rival satu provinsi, Budi Sufarlan menegaskan bahwa faktor mental menjadi kunci utama. “Untuk semifinal, kami sudah pernah bertemu Mojang Priangan dan punya track record bagus. Secara teknik dan taktikal tidak terlalu kami pikirkan,” tegasnya.
Di kubu lawan, penyerang Tigers Football Academy, Bellabee Hugo Mackenzie, tidak menampik rasa gugup yang dialami timnya. “Ini kali pertama bagi saya dan beberapa teman berkompetisi di level nasional. Apalagi bermain di stadion besar dalam event populer,” ujar pemain yang akrab disapa Bee itu.
Meski tersingkir, Bellabee menilai turnamen ini menjadi ajang pembelajaran berharga. “Kami melihat perkembangan cara berpikir sepanjang pertandingan dan apa yang bisa dipelajari dari laga-laga sebelumnya,” pungkasnya.