Apple Kembali Perluas Kantor di Sunnyvale, Sewa Gedung 125.800 Kaki Persegi

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 09:11:31 WIB
Apple resmi menyewa satu gedung perkantoran seluas 125.800 kaki persegi di Sunnyvale, California.

JAMBI — Raksasa teknologi asal Cupertino itu kembali menunjukkan agresivitasnya di pasar properti komersial Silicon Valley. Melansir laporan The Mercury News yang dikutip AppleInsider, Apple resmi menyewa satu gedung perkantoran di Sunnyvale. Kawasan ini memang menjadi salah satu pusat operasional strategis perusahaan selain markas utama di Cupertino.

Ekspansi 2025: Lebih dari 1,5 Juta Kaki Persegi

Sepanjang 2025, Apple tercatat membelanjakan lebih dari US$1 miliar untuk akuisisi dan sewa properti di South Bay. Rinciannya meliputi pembelian kompleks Cupertino Gateway senilai US$166,9 juta yang terdiri dari tiga gedung, serta dua kampus perkantoran di Sunnyvale: Mathilda Commons (dua gedung, US$350 juta) dan Mathilda Campus (empat gedung, US$365 juta).

Belum berhenti di situ, Apple juga merogoh kocek US$216 juta untuk dua gedung di sepanjang Stevens Creek Boulevard, Cupertino. Total ruang kantor dan laboratorium yang ditambahkan sepanjang tahun lalu mencapai lebih dari 1,5 juta kaki persegi.

Pasar Perkantoran South Bay Mulai Pulih

Langkah Apple ini terjadi di tengah pemulihan pasar perkantoran South Bay. Menurut laporan Colliers, tingkat kekosongan (vacancy rate) di kawasan yang mencakup Santa Clara County dan Fremont turun menjadi 14,1 persen pada kuartal II 2026. Angka ini membaik dibandingkan 14,8 persen pada kuartal IV 2025 dan 16,2 persen pada kuartal II 2025.

Amazon juga ikut meramaikan tren ini. Perusahaan e-commerce tersebut dikabarkan telah menyewa 316.600 kaki persegi ruang kantor di 1000 Enterprise Way, Sunnyvale — lokasi yang sama dengan gedung baru Apple.

Dampak bagi Pasar Properti dan Teknologi

Ekspansi masif Apple dan Amazon mengindikasikan bahwa perusahaan teknologi besar masih percaya diri terhadap model kerja hybrid dan kehadiran fisik di Silicon Valley. Meski tren kerja jarak jauh sempat menggerus permintaan ruang kantor pasca-pandemi, raksasa seperti Apple justru memanfaatkan momen ini untuk mengamankan aset strategis dengan harga yang lebih kompetitif.

Bagi konsumen di Indonesia, ekspansi ini tidak berdampak langsung pada ketersediaan produk atau harga iPhone dan MacBook. Namun, langkah ini menegaskan bahwa Apple terus berinvestasi besar-besaran dalam riset dan pengembangan — yang pada akhirnya bisa mempercepat lahirnya inovasi generasi berikutnya.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top