Satgas Kodim 0102/Pidie Kebut Finishing MCK dan Sumur Bor Jelang Penutupan TMMD ke-129

Penulis: Redaksi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 15:57:08 WIB

PIDIE (Jambitime) – Menjelang penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 0102/Pidie terus mengejar percepatan sasaran fisik yang masih dalam tahap penyelesaian. Salah satu prioritasnya adalah pembangunan lima titik Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan sumur bor di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Senin (10/8/2026).

Memasuki fase akhir, pekerjaan sarana sanitasi dan air bersih ini sudah berada di tahap finishing. Satgas bersama masyarakat mengejar penyelesaian secara terukur, tetap memperhatikan kualitas konstruksi, fungsi bangunan, dan ketepatan waktu sebagai bagian evaluasi akhir TMMD ke-129.

Progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan — sejumlah pekerjaan utama sudah rampung, kini fokus pada penyempurnaan bagian bangunan agar fasilitas berfungsi sebagaimana peruntukannya.

Meski dikebut, kualitas tetap dijaga. Satgas terus mengawasi tiap tahapan agar penyelesaian sasaran tak sekadar mengejar target fisik 100 persen, tapi juga menghasilkan fasilitas yang layak, kokoh, dan bisa dipakai masyarakat jangka panjang.

Keterbatasan waktu menjelang penutupan program serta pekerjaan yang tersebar di beberapa lokasi jadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, personel mengatur tenaga, membagi tugas, dan mempercepat pekerjaan secara terkoordinasi, dengan melibatkan masyarakat setempat agar tiap tahapan dikerjakan bersama-sama.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129, Kapten Czi Putut Arianto, menegaskan percepatan tetap menempatkan kualitas sebagai prioritas.

"Kami terus memacu pekerjaan karena waktu pelaksanaan semakin dekat dengan penutupan TMMD. Namun, kami tidak ingin hanya mengejar selesai. Setiap pekerjaan tetap kami awasi agar hasilnya memenuhi standar dan benar-benar bisa digunakan serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menyebut keterlibatan masyarakat jadi faktor penting percepatan pembangunan — warga bukan sekadar penerima manfaat, tapi turut bergotong royong membantu personel Satgas menyelesaikan pekerjaan.

"Semangat gotong royong masyarakat sangat membantu. Ini juga yang menjadi salah satu tujuan TMMD, yaitu membangun fasilitas sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat," tambahnya.

Pembangunan MCK dan sumur bor ini diarahkan menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap sanitasi dan air bersih, menunjang aktivitas warga termasuk kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan di dayah, kegiatan di meunasah, hingga aktivitas di tempat pemakaman umum (TPU).

Fasilitas air bersih dan sanitasi yang lebih layak diharapkan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, mengurangi ketergantungan pada sumber air terbatas, serta memberi kenyamanan bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Memasuki tahap finishing, Satgas TMMD Kodim 0102/Pidie kini memusatkan perhatian pada penyelesaian bagian akhir dan pemeriksaan hasil pekerjaan, guna memastikan sasaran fisik tuntas optimal sebelum TMMD ke-129 resmi ditutup.

Pembangunan lima titik MCK dan sumur bor ini bukan sekadar angka dalam laporan progres, melainkan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan meninggalkan manfaat jangka panjang setelah TMMD berakhir.

Reporter: Redaksi
Back to top