JAMBI — Dua unit prototipe Ford Fathom tertangkap kamera tengah melintas di jalanan Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Foto dan video yang dibagikan langsung oleh CEO Ford, Jim Farley, pada Selasa (17/6) itu memperlihatkan pikap listrik tersebut tengah menjalani pengujian suhu panas di area gurun sebelum mampir ke kota.
Yang menarik, Ford tidak berusaha menyembunyikan kehadiran mobil ini. Alih-alih polos, seluruh bodi prototipe justru ditempeli grafis "Fathom" berukuran besar, kode QR, serta tulisan "Camo Off in 2027" dan "This Changes Everything". Meski demikian, bagian hidung, kap mesin, dan sebagian kabin masih tertutup lapisan hitam tebal untuk menyembunyikan detail desain final.
Dari sisi proporsi, generasi pertama Fathom ini jelas bukan pengganti F-150 Lightning. Ukurannya jauh lebih kompak dan secara visual lebih dekat ke Ford Maverick ketimbang Ranger yang notabene satu kelas di atasnya. Ini menjadi angin segar di tengah tren pikap Amerika yang terus membesar dari generasi ke generasi.
Kendati dimensinya ringkas, Ford berani menjanjikan kabin yang lebih lega dibanding Toyota RAV4 generasi terbaru—tanpa menghitung area kargo. Jika klaim ini terbukti, Fathom bisa menjadi pikap listrik ramah kota dengan kepraktisan harian yang tinggi.
Ford telah mengonfirmasi banderol Fathom mulai US$ 29.945 termasuk biaya pengiriman. Dengan kurs estimasi Rp 16.000, angka itu setara sekitar Rp 479 juta sebelum pajak dan ongkos lain yang berlaku di Indonesia.
Selain harga yang agresif, Ford juga memastikan Fathom akan membawa sejumlah fitur unggulan, di antaranya:
Fathom menjadi model pertama yang dibangun di atas Universal EV Platform generasi baru Ford, lengkap dengan Universal EV Production System yang juga anyar. Pabrik Ford di Louisville Assembly Plant saat ini sedang menjalani transformasi besar-besaran untuk menyiapkan lini produksi pikap listrik ini.
Prototipe yang memakai komponen standar produksi ditargetkan mulai dirakit pada kuartal pertama 2027. Pemesanan dijadwalkan baru dibuka pada periode yang sama.
Langkah Ford membawa Fathom ke jalanan Las Vegas bukan sekadar pamer. Ini sinyal bahwa pabrikan asal Dearborn itu serius menggeser ekonomi EV dari segmen premium ke pasar massal. Harganya yang di bawah US$ 30.000 menjadi jawaban atas mahalnya harga pikap listrik saat ini.
Pertanyaan besarnya sekarang: apakah konsumen Amerika mau beralih dari pikap bensin ukuran penuh ke kendaraan yang lebih kecil dan efisien? Jawabannya akan menentukan apakah Fathom benar-benar "mengubah segalanya" seperti yang tertulis di stiker prototipenya, atau sekadar jadi alternatif yang kurang menarik.
Untuk pasar Indonesia, kehadiran Fathom kemungkinan masih jauh. Ford saat ini tidak memasarkan pikap listrik apapun di dalam negeri, dan fokus utama merek ini untuk kendaraan penumpang dan SUV. Namun jika model ini sukses di pasar global, bukan tidak mungkin Ford Indonesia meliriknya sebagai kendaraan listrik pertama mereka.