TEBO — Bupati Tebo Agus Rubiyanto memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan absensi online yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo. Peringatan tegas ini disampaikan menyusul maraknya praktik manipulasi yang terungkap di sejumlah daerah lain.
Instruksi Bupati: Kepala OPD Jangan Lindungi Bawahan
Agus menegaskan bahwa pihaknya sudah meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tebo untuk berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pengawasan sistem absensi. "Untuk persoalan absensi online ASN, jangan ada yang mencoba memanipulasinya. Kami sudah meminta BKPSDM Tebo untuk berkoordinasi dengan BKN. Tentu saja, kami tidak akan mentoleransi jika ada ASN yang terbukti melakukan manipulasi absensi," tegasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan satuan kerja (satker) untuk mulai menertibkan disiplin pegawai di unit masing-masing. "Kepala OPD dan satker saya minta jangan melindungi bawahan yang memanipulasi absensi. Jadilah teladan bagi pegawai. Saya tidak ingin praktik curang yang terjadi di daerah lain juga terjadi di Kabupaten Tebo. Kita tidak akan memberikan ruang untuk hal seperti itu," ujar Agus.
Dua Sektor Paling Rawan: Pendidikan dan Kesehatan
Berdasarkan pemberitaan yang berkembang, Bupati Agus menyoroti dua sektor yang dinilai paling rawan terhadap praktik manipulasi absensi. "Kalau melihat berbagai berita di televisi, yang cukup rawan itu berada di satker pendidikan dan kesehatan," katanya. Ia mendorong pengawasan lebih ketat di lingkungan dinas pendidikan dan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Wakil Bupati Sebut Modus Fake GPS hingga 'Titip Absen'
Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi mendukung langkah tegas yang diambil Bupati. Menurut Nazar, terdapat berbagai modus yang kerap digunakan ASN untuk melakukan kecurangan, mulai dari memanfaatkan aplikasi pemalsu lokasi (fake GPS) hingga meminta rekan kerja mengisi absensi atas nama pegawai yang bersangkutan.
"Berbagai cara dan trik digunakan untuk memanipulasi absensi ASN, mulai dari aplikasi curang seperti fake GPS hingga menyuruh orang lain melakukan absensi. Karena sudah diingatkan oleh Pak Bupati, saya berharap seluruh ASN di Kabupaten Tebo dapat memperhatikan dan menindaklanjuti hal ini dengan baik," pungkas Nazar.