WASHINGTON — Donald Trump, melalui akun media sosial Truth Social pada Sabtu (13/6), menyebut bahwa prosesi penandatanganan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran akan digelar esok hari. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak lagi menginginkan senjata nuklir.
“Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Tidak Ada Transfer Dana ke Iran
Trump menambahkan bahwa hubungan AS-Iran saat ini “jauh berbeda dan lebih baik” dibandingkan era pemerintahan sebelumnya. Ia juga menyebut bahwa Amerika Serikat “akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat ketika situasi telah benar-benar tenang.
Dalam kesepakatan ini, Trump menekankan bahwa tidak ada dana yang akan mengalir dari Amerika Serikat ke Iran. “Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” katanya.
Pakistan dan Iran Konfirmasi Proses Final
Kementerian Luar Negeri Pakistan, melalui platform X, menyatakan bahwa upacara penandatanganan elektronik telah dijadwalkan pada Minggu. Mereka menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, pada Jumat, mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati kedua belah pihak.
Iran Bersikeras Proses Uranium di Dalam Negeri
Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap pada pendiriannya bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran adalah dengan memprosesnya di wilayah Iran sendiri. Pernyataan ini menjadi salah satu poin krusial yang turut mewarnai negosiasi menuju kesepakatan damai tersebut.