JAMBI — Status caretaker kerap menjadi momok yang membuat organisasi olahraga berjalan di tempat. Pengprov Taekwondo Indonesia Jambi justru memilih jalur sebaliknya. Di bawah kendali Hendri Juanda, roda pembinaan dipaksa berputar lebih kencang meski kepengurusan definitif belum terbentuk.
Langkah akselerasi itu sudah terlihat dalam sepekan terakhir. Hendri memulainya dengan audiensi ke Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin. Pertemuan itu membawa pesan tegas: Taekwondo Jambi butuh sokongan institusi agar pembinaan atlet tidak kehilangan napas.
Sebelumnya, Hendri juga menyerahkan Surat Keputusan Caretaker kepada Ketua KONI Provinsi Jambi Sanusi. Penyerahan SK itu menjadi tanda resmi bahwa masa transisi sudah memasuki fase kerja, bukan sekadar menunggu.
Apa Saja Tiga Agenda yang Dibahas dalam Rapat Konsolidasi?
Senior Taekwondo Jambi Jimi Martin yang hadir dalam rapat membeberkan isi pertemuan. Pertama, percepatan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Agenda ini jadi prioritas utama agar kursi ketua definitif segera terisi. Tanpa kepemimpinan tetap, kebijakan pembinaan selalu tertahan di ruang rapat.
Kedua, penjadwalan ulang ujian kenaikan sabuk. Jimi menekankan bahwa ujian ini merupakan jalur utama bagi atlet muda untuk naik level, mendapatkan pengakuan, dan tetap termotivasi. Jeda kepengurusan tidak boleh membuat sabuk atlet berhenti di warna yang sama.
Ketiga, rencana kejuaraan. Kejuaraan diposisikan sebagai dua hal sekaligus: tempat mengasah kemampuan atlet aktif dan ruang menjaring bibit baru. Tanpa pertandingan, latihan hanya menjadi rutinitas tanpa arah.
Mengapa Caretaker Justru Memilih Bergerak Cepat?
“Pembinaan atlet harus terus berjalan meski kepengurusan sedang transit. Kalau berhenti, yang rugi atlet dan masa depan Taekwondo Jambi,” tegas Jimi Martin.
Bagi pengurus caretaker, rangkaian audiensi, penyerahan SK, dan rapat konsolidasi adalah cara menegaskan posisi. TI Jambi menolak status quo. Targetnya langsung diarahkan ke dua level. Di level provinsi, organisasi harus kembali aktif menggelar kegiatan rutin. Di level nasional, Jambi harus kembali mengirim atlet yang berbicara di podium.
Dengan Musprovlub di depan mata, ujian sabuk yang dijadwal ulang, dan kejuaraan yang tengah dipersiapkan, caretaker TI Jambi mengirim sinyal jelas. “Masa transisi bukan ruang kosong. Ia dipakai untuk membangun fondasi agar kebangkitan Taekwondo Jambi tidak lagi sekadar wacana,” kata Jimi Martin.