JAMBI — Konsumen BBM nonsubsidi kini bisa bernapas lega. PT Pertamina Patra Niaga memberlakukan penurunan harga untuk lima jenis produk nonsubsidi secara serentak per Rabu (1/7/2026). Penyesuaian ini mencakup Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, hingga Avtur untuk penerbangan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak global, kondisi fiskal, dan daya beli masyarakat.
"Sesuai yang kita ketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," jelas Kitty dalam keterangan resminya.
Pertamina Dex Paling Drastis, Avtur Ikut Terdiskon
Penurunan harga paling signifikan dialami Pertamina Dex, bahan bakar diesel dengan Cetane Number (CN) 53. Harganya turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, setara penurunan 15 persen. Sementara Dexlite dengan CN 51 juga dipangkas Rp3.300 per liter, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.
Untuk segi bensin, Pertamax Turbo dengan Research Octane Number (RON) 98 turun Rp1.450 per liter menjadi Rp19.300. Penurunan ini sekitar 7 persen dari harga sebelumnya yang mencapai Rp20.750 per liter.
Tak hanya untuk kendaraan darat, Pertamina juga memangkas harga Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta. Harga Avtur (sebelum pajak) turun Rp3.000 per liter menjadi Rp19.190 per liter pada awal Juli, dari sebelumnya Rp22.190 pada Juni 2026.
Harga Pertamax dan Pertalite Stabil, Biodiesel Kini B50
Meski sejumlah produk nonsubsidi turun, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tidak berubah. Pertamax masih dibanderol Rp16.650 per liter, sementara Pertamax Green tetap di angka Rp17.000 per liter.
Di sisi lain, harga BBM subsidi juga tidak bergerak. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter. Namun, mulai 1 Juli 2026, jenis biodiesel resmi bertransisi menjadi B50, dengan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Harganya ditetapkan Rp6.800 per liter.
Kitty menambahkan, Pertamina tetap berkomitmen menjaga kualitas produk di tengah perubahan harga. "Kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," pungkasnya.
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini menjadi kabar baik bagi pelaku industri transportasi dan logistik yang selama ini terbebani biaya operasional tinggi. Dengan tren harga minyak dunia yang melandai, publik menantikan apakah penyesuaian serupa akan berlanjut pada bulan-bulan mendatang.