MERANGIN — Pekan Budaya "Merajut Tuah, Merawat Marwah Adat Merangin" yang digelar di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, tidak hanya menjadi ajang pesta seni dan budaya. Acara yang merupakan bagian dari pagelaran Jambi Elok Nian itu berubah menjadi panggung deklarasi politik pembangunan daerah.
Slogan Baru sebagai Komitmen Pembangunan
Bupati Merangin M. Syukur memperkenalkan slogan "Merangin Baru, Jaya, Jaya, Jaya!" di hadapan Gubernur Jambi Al Haris, anggota DPD RI Elviana, serta para kepala daerah se-Provinsi Jambi. Ia menyebut slogan itu bukan sekadar seruan, melainkan penyemangat dan komitmen untuk membawa arah pembangunan menuju Merangin yang berdaya saing, akuntabel, reformis, dan unggul.
"Kami punya slogan, namanya Merangin Baru, Jaya, Jaya, Jaya! Slogan ini adalah penyemangat kami dalam memimpin Kabupaten Merangin, sekaligus komitmen untuk membawa arah pembangunan menuju Merangin yang Berdaya saing, Akuntabel, Reformis, dan Unggul," ujar M. Syukur.
Soliditas Kepala Daerah Tanpa Canggung
Meskipun slogan tersebut murni milik Kabupaten Merangin, para kepala daerah se-Provinsi Jambi tampak tidak canggung. Mereka dengan lantang dan penuh antusias ikut menyuarakan salam penyemangat tersebut sebagai bentuk dukungan moril bagi kepemimpinan Merangin yang baru. Momen ini tercipta dua kali: saat sambutan bupati dan setelah penerimaan penghargaan dari Gubernur Al Haris atas kesuksesan penyelenggaraan Pekan Budaya.
Suasana riuh dan penuh semangat membuncah saat Gubernur Al Haris memimpin langsung pekikan "Merangin Baru, Jaya, Jaya, Jaya!" yang diikuti oleh anggota DPD RI Elviana serta jajaran tamu undangan penting lainnya.
Apa Makna "Merangin Baru" bagi Warga?
Dukungan penuh dari gubernur dan para bupati se-Jambi menandakan adanya konsensus politik untuk percepatan pembangunan di Merangin. Slogan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi birokrasi dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Pekan Budaya Merangin sendiri menjadi ajang pertama kali slogan ini digaungkan secara resmi di hadapan publik dan pemimpin daerah lainnya.