Pencarian

BPKH Pangkas Biaya Operasional Rp 100,31 Miliar pada 2026 demi Jaga Dana Haji, Anggaran Turun 18,59 Persen

Rabu, 01 Juli 2026 • 16:01:01 WIB
BPKH Pangkas Biaya Operasional Rp 100,31 Miliar pada 2026 demi Jaga Dana Haji, Anggaran Turun 18,59 Persen
BPKH menetapkan anggaran operasional 2026 sebesar Rp 439,32 miliar, turun 18,59 persen dari tahun sebelumnya.

JAKARTA — BPKH menetapkan pagu Biaya Operasional 2026 sebesar Rp 439,32 miliar, turun dari angka awal Rp 539,63 miliar. Efisiensi ini tidak hanya sekadar pengurangan belanja, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan kelembagaan dalam mengelola dana amanah.

Optimistis Kualitas Pelayanan Tetap Terjaga

Meski anggaran operasional berkurang lebih dari Rp 100 miliar, BPKH menyatakan optimistis kualitas pelayanan kepada jamaah, tata kelola kelembagaan, serta kinerja pengembangan investasi keuangan haji tetap optimal. Fadlul menegaskan bahwa efisiensi ini justru menjadi momentum memperkuat budaya kerja yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi hasil.

“Efisiensi ini justru menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada hasil,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah.

Selaras dengan Kebijakan Efisiensi Pemerintahan Prabowo

Langkah ini juga merupakan bentuk keselarasan BPKH dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong efisiensi belanja di seluruh kementerian dan lembaga. Fadlul menekankan bahwa semangat tersebut perlu diwujudkan setiap institusi sesuai karakteristik dan kewenangannya masing-masing.

“BPKH memandang semangat efisiensi yang menjadi kebijakan Presiden Prabowo Subianto perlu diwujudkan oleh setiap institusi sesuai karakteristik dan kewenangannya masing-masing,” kata dia.

Evaluasi Menyeluruh Tanpa Ganggu Program Strategis

Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Perencanaan dan Investasi Langsung M Arief Mufraini menjelaskan, penyesuaian anggaran telah melalui evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program kerja. Hasilnya, efisiensi ini dipastikan tidak mengganggu pelaksanaan program strategis maupun pengembangan investasi.

“Kami memastikan fungsi perencanaan tetap berjalan optimal sehingga strategi investasi langsung dapat dilaksanakan secara prudent, produktif, dan berorientasi pada peningkatan nilai manfaat dana haji,” ujar M Arief Mufraini.

Muara Efisiensi: Menjaga Nilai Manfaat Dana Haji

Fadlul menegaskan bahwa muara dari seluruh langkah efisiensi ini adalah menjaga sustainabilitas dana haji. Dana tersebut, kata dia, merupakan amanah yang harus dikelola secara hati-hati, efisien, produktif, dan bertanggung jawab agar nilai manfaatnya terus terjaga—baik untuk jamaah saat ini maupun generasi mendatang.

“Dana haji merupakan dana amanah milik jamaah yang harus dikelola secara hati-hati, efisien, produktif, dan bertanggung jawab agar nilai manfaatnya terus terjaga, baik untuk jamaah saat ini maupun generasi jamaah di masa mendatang,” katanya.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks