JAMBI — Pekan ini, dua BUMN besar memilih duduk satu meja untuk membahas persoalan yang kerap merugikan masyarakat: penipuan digital. Tim Antisipasi Penipuan TASPEN menerima kunjungan jajaran PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) yang dipimpin Pjs. Sekretaris Perusahaan Ditto Papilanda. Dalam diskusi tertutup itu, keduanya bertukar pengalaman soal pola penanganan pengaduan, mekanisme pelaporan akun palsu, hingga strategi membongkar situs phishing.
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa ancaman digital yang terus berevolusi menuntut respons yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. “TASPEN menyambut baik kunjungan dari PELNI sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar-BUMN dalam menghadapi tantangan penipuan digital yang semakin kompleks,” ujarnya. Ia menambahkan, pertukaran praktik terbaik ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi kedua perusahaan dalam merancang pencegahan yang lebih efektif.
Ratusan Akun Palsu dan Konten Edukasi yang Dikampanyekan
Data yang dipaparkan TASPEN dalam pertemuan tersebut cukup mencengangkan. Hingga akhir Juli 2026, perusahaan pengelola dana pensiun ini telah mengidentifikasi dan melaporkan 444 akun yang diduga melakukan penipuan dengan mengatasnamakan TASPEN. Selain pelaporan ke Kementerian Komunikasi dan Digital, TASPEN juga aktif menerbitkan 138 publikasi peringatan waspada penipuan di berbagai media nasional.
Upaya edukasi pun digencarkan lewat kanal digital. Konten video bertema kewaspadaan di Instagram resmi TASPEN, misalnya, telah ditonton lebih dari 190 ribu kali. Angka ini menjadi sinyal bahwa kesadaran publik terhadap modus penipuan mulai terbangun, meski masih perlu terus didorong.
Kampanye #TahanPastikanLaporkan dan Sinergi di Bawah Danantara
Untuk membekali masyarakat, TASPEN mengampanyekan gerakan #TahanPastikanLaporkan. Melalui kampanye ini, publik diajak untuk tidak gegabah merespons informasi mencurigakan, memverifikasi kebenaran lewat kanal resmi perusahaan, dan segera melapor jika menemukan indikasi penipuan.
Kolaborasi dengan PELNI ini juga menjadi bagian dari komitmen TASPEN sebagai anggota holding Danantara. Lewat sinergi antarentitas, keduanya berupaya mengembangkan Center of Excellence (CoE) Customer Experience. Tujuannya jelas: menghadirkan layanan yang tidak hanya responsif, tetapi juga aman dari ancaman kejahatan siber yang menyasar nama besar BUMN.
Langkah ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus digital, kewaspadaan adalah harga mati. Baik TASPEN maupun PELNI tampaknya sepakat, melindungi reputasi perusahaan sama pentingnya dengan melindungi aset nasabah.