KERINCI — Rencana pembangunan batalion di Kabupaten Kerinci mulai memasuki tahapan persiapan lapangan. Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., dan komandan kodim (Dandim) 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P. melakukan kunjungan kerja ke Desa Penawar Tinggi, Kecamatan Setinjau Laut, untuk meninjau langsung kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan batalion.
Lokasi tersebut berada di kawasan Bukit Maninjau, yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan sebutan Bukit Runcing. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan sekaligus berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum rencana pembangunan direalisasikan.
Kedatangan Danrem Jambi disambut Komandan Kodim (Dandim) Kerinci beserta jajaran. Dalam kunjungan tersebut, Danrem turut didampingi Kepala Desa Penawar Tinggi, tokoh masyarakat, Ketua Pemuda, serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Rombongan meninjau sejumlah bagian kawasan, termasuk kondisi medan, situasi lingkungan, serta akses menuju lokasi. Peninjauan lapangan tersebut menjadi penting untuk memastikan kesiapan kawasan dari berbagai sisi, terutama berkaitan dengan kebutuhan pembangunan fasilitas pertahanan.
Kepala Desa Penawar Tinggi bersama tokoh masyarakat dan pemuda juga memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah serta situasi sosial masyarakat di sekitar Bukit Maninjau atau Bukit Runcing.
Sementara itu, keterlibatan Dinas PUPR menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk melihat aspek teknis dan infrastruktur yang diperlukan dalam mendukung rencana pembangunan batalion tersebut.
Diharapkan Beri Dampak bagi Masyarakat
Rencana pembangunan batalion tidak hanya dipandang dari sisi penguatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran fasilitas militer berpotensi mendorong berkembangnya berbagai aktivitas pendukung, mulai dari peningkatan akses infrastruktur hingga terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, pemuda, serta instansi teknis dinilai menjadi bagian penting dalam setiap tahapan persiapan pembangunan.
Kunjungan Danrem Jambi ke Bukit Runcing sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi terkait rencana tersebut.
Pemerintah Desa Penawar Tinggi bersama tokoh masyarakat dan pemuda menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kondisi lingkungan setempat.
Dengan peninjauan langsung ke lokasi, rencana pembangunan batalion di Bukit Runcing kini tidak lagi sekadar menjadi pembahasan di atas kertas. Kondisi lapangan, kesiapan infrastruktur, dukungan masyarakat, serta berbagai aspek teknis mulai dipetakan sebagai bagian dari proses menuju tahap pembangunan.