Pencarian

IHSG Menguat ke 6.379 di Tengah Data Ekonomi Kuartal II yang Lebih Baik dari Perkiraan

Kamis, 06 Agustus 2026 • 14:47:31 WIB
IHSG Menguat ke 6.379 di Tengah Data Ekonomi Kuartal II yang Lebih Baik dari Perkiraan
IHSG ditutup menguat 0,45 persen ke level 6.379,92 pada perdagangan Kamis.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis, menguat 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut naik 2,99 poin atau 0,47 persen ke level 636,98.

Penguatan ini terjadi di tengah data pertumbuhan ekonomi yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan analis. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026, melampaui konsensus pasar yang hanya sebesar 5,1 persen. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan capaian kuartal I-2026 yang tercatat 5,61 persen, namun masih menunjukkan resiliensi fundamental domestik.

Belanja Pemerintah dan Investasi Jadi Penopang Utama

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 didorong oleh konsumsi pemerintah yang meningkat signifikan, seiring realisasi belanja pegawai dan berbagai program nasional. Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga mencatat pertumbuhan tertinggi dalam setahun terakhir.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama meski lajunya sedikit melambat. Sementara itu, kinerja ekspor tertahan karena impor yang tumbuh lebih cepat pada periode yang sama.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai, secara teknikal beberapa indikator menunjukkan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370 hingga 6.400. "Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370-6.400," ujarnya dalam kajian di Jakarta, Kamis.

Sektor Industri Pengolahan Masih Jadi Kontributor Terbesar PDB

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor konstruksi juga menunjukkan penguatan berkat pembangunan infrastruktur dan kawasan industri yang terus berjalan.

Sebaliknya, sektor pertambangan mengalami perlambatan akibat adanya pembatasan kuota produksi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat laju pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 menjadi yang paling kecil sejak kuartal II-2025.

Katalis Global: Harapan Damai Selat Hormuz dan Data AS

Dari mancanegara, optimisme pelaku pasar meningkat seiring adanya harapan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah. AS, Iran, dan Oman dikabarkan sedang mengupayakan kesepakatan untuk mengatur lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut, yang berimbas pada harga minyak mentah yang bergerak di kisaran sempit.

Di Amerika Serikat, data ketenagakerjaan sektor swasta (ADP Employment) menunjukkan penambahan 44.000 lapangan kerja pada Juli 2026, level terendah dalam enam bulan dan turun drastis dari 95.000 pada Juni 2026. Data ini lebih lemah dari perkiraan, mendorong imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level 4,613 persen.

Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menyatakan kesiapannya untuk mendukung kenaikan suku bunga dan memperingatkan mengenai inflasi yang sulit turun. Sementara itu, ISM Services PMI AS naik tipis ke level 54,1 pada Juli 2026, tetap mengindikasikan ekspansi di sektor jasa.

Harga emas spot menguat 4,3 persen ke level 4.252 dolar AS per troy ons, terdorong pelemahan dolar AS dan penurunan yield US-Treasury. Pembelian emas oleh bank sentral global diduga turut menjadi pendorong penguatan harga emas.

Di kawasan Asia, bursa saham bergerak mixed. Indeks Nikkei melemah 1,56 persen, Kospi terkoreksi 4,36 persen, dan Hang Seng turun 1,76 persen. Sebaliknya, indeks Shanghai dan Straits Times masing-masing menguat 0,34 persen dan 0,88 persen.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks