JAMBI — Microsoft melanjutkan proyek perombakan besar-besaran antarmuka Windows 11 yang sempat diumumkan awal tahun ini. Setelah sukses memperbarui volume control, brightness slider, dan menu share di 2022, kini giliran elemen sistem yang lebih dalam dan jarang tersentuh untuk mendapatkan wajah baru dengan teknologi WinUI.
WinUI adalah kerangka desain resmi Microsoft yang dipakai untuk membuat aplikasi dan antarmuka Windows 11 modern. Kerangka ini mendukung tema gelap dan terang secara konsisten, serta dirancang agar lebih ringan dibandingkan teknologi lama seperti Win32 atau MMC.
Dialog File Properties Akhirnya Mendukung Dark Mode
Salah satu temuan terbaru dari build pratinjau Windows 11 menunjukkan Microsoft sedang menulis ulang dialog File Properties di File Explorer. Ini adalah area yang tidak pernah diubah secara signifikan selama lebih dari satu dekade, dan hingga kini masih belum mendukung dark mode.
Versi modern pertama sudah terlihat di build terbaru, meski baru berfungsi saat pengguna mengakses properti file di Recycle Bin. Microsoft dipastikan akan menerapkan pengalaman serupa ke seluruh dialog properti file, termasuk saat klik kanan pada file biasa di File Explorer.
Menu Autoplay dan Print Management: Dua Warisan Windows 8 yang Dibenahi
Menu Autoplay yang muncul saat mencolokkan USB atau memasukkan disk masih memakai bahasa desain Metro dari era Windows 8. Microsoft mengonfirmasi menu ini sedang dimodernisasi dengan WinUI, dan versi barunya akan mendukung mode terang dan gelap.
Bersamaan dengan itu, aplikasi Print Management yang selama ini berbasis MMC (Microsoft Management Console) juga mendapat perlakuan serupa. Ini menjadi pertama kalinya antarmuka lawas dari era 90-an dirombak dengan WinUI, membuka jalan bagi modernisasi aplikasi lain seperti Disk Management dan Computer Management di masa depan.
Run Dialog dan Start Menu: Lebih Cepat dan Ringan
Dialog Run klasik yang dipanggil lewat tombol Windows + R juga dirombak total. Versi baru mendukung mode gelap, menampilkan ikon aplikasi pada daftar pencarian terakhir, serta menyediakan pintasan ~\ untuk akses cepat ke folder home. Namun, pengguna perlu mengaktifkan fitur ini secara manual karena tidak langsung aktif secara default.
Untuk Start Menu, Microsoft sebelumnya sudah mengonfirmasi penulisan ulang kode dengan WinUI. Tujuannya bukan mengubah tampilan, melainkan membuat menu lebih responsif dan mengurangi penggunaan memori sistem. Sebagian besar elemen WinUI akan berbagi System Compositor, yang membuat seluruh antarmuka lebih efisien.
Context Menu Kompak yang Bisa Dikustomisasi
Menu klik kanan (context menu) di Windows 11 juga masuk daftar perombakan tahun ini. Desain baru akan dibuat lebih kompak dan ringan, sehingga tidak terasa lambat saat dibuka, terutama ketika menu berisi banyak item.
Microsoft juga berencana memberikan kontrol lebih kepada pengguna untuk menyusun ulang item yang muncul di context menu. Aplikasi atau aksi yang jarang dipakai bisa disembunyikan, dan urutan item bisa diatur sesuai preferensi.
Arah Baru Konsistensi Desain Windows
Marcus Ash, CVP of Design and Research Microsoft, menyatakan pihaknya terus memperbaiki perangkat pengembangan internal agar bisa memperbarui lebih banyak komponen lawas, termasuk aplikasi seperti Registry Editor. Sejumlah antarmuka lama memang masih akan dipertahankan demi kompatibilitas, tetapi Microsoft berupaya menerapkan WinUI di sebanyak mungkin area tanpa merusak fungsi yang ada.
Pendekatan ini diharapkan membuat Windows terasa lebih menyatu dan tidak "setengah jadi", keluhan yang selama bertahun-tahun menjadi kritik utama pengguna terhadap sistem operasi tersebut. Dengan pengurangan memori dan peningkatan performa, Windows 11 versi mendatang seharusnya terasa lebih ringan dan konsisten di seluruh bagian sistem.