JAMBI — GM melalui joint venture SAIC-GM memasarkan sedan listrik ini dengan baterai 80,6 kWh dari CATL. Dalam siklus pengujian China (CLTC), mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 702 km dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut menjadi nilai jual utama di tengah persaingan ketat segmen sedan premium entry-level di China.
Tenaga sebesar 282 kW (sekitar 376 hp) disalurkan khusus ke roda belakang. Konfigurasi ini menjadi pembeda utama dari kebanyakan mobil listrik China yang umumnya bertipe penggerak roda depan atau all-wheel drive.
Fitur Keselamatan Semi-Otonom dan Kabin Mewah
Untuk varian menengah ke atas, Electra L7 dibekali sistem bantuan mengemudi semi-otonom bernama Xiao Yao Zhi Xing. Sistem ini mengandalkan kombinasi sensor yang lengkap: satu unit lidar, radar gelombang milimeter, kamera 360 derajat, dan 12 sensor ultrasonik. Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan persepsi lingkungan yang lebih akurat dibandingkan kamera visual saja.
Di dalam kabin, Buick menyematkan setir berpemanas, trim kayu serat bintang, lampu suasana LED, dan sistem kontrol iklim tiga zona. Jok penumpang dilengkapi fitur sandaran yang dapat direbahkan (reclining), sementara pengisian daya ponsel dilakukan secara nirkabel.
Harga dan Varian Buick Electra L7
- Varian dasar: 169.900 yuan (sekitar Rp 270 juta)
- Varian menengah hingga tinggi: dilengkapi lidar dan sistem semi-otonom penuh
Dengan konversi estimasi kurs Rp 16.000 per dolar AS, harga tersebut setara dengan mobil listrik menengah di Indonesia seperti Hyundai Ioniq 5 varian Standard Range atau Chery Omoda E5. Namun, spesifikasi penggerak roda belakang dan jarak tempuh 702 km tidak ditawarkan di pasar Tanah Air.
Kemungkinan Ekspansi ke Kanada dan Meksiko
Belum ada indikasi resmi bahwa sedan ini akan dikirim ke Amerika Serikat. Sumber dari CarNewsChina melaporkan bahwa model ini berpotensi diekspor ke Kanada dan Meksiko, menyusul skema perdagangan yang sudah ada antara kedua negara tersebut dengan China. GM dipandang akan memanfaatkan jaringan distribusi Buick yang sudah kuat di pasar-pasar itu.
Di AS, Buick saat ini hanya menjual sederet SUV crossover dengan desain yang nyaris identik. Situasi ini memicu kritik dari konsumen, salah satunya komentar dari pembaca Connor Paull yang menyebut model seperti Electra L7 bisa merevitalisasi citra Buick di negara asalnya—namun peluang itu tampaknya kecil.
Sebagai catatan, nama Electra sendiri bukan barang baru di China. GM telah menggunakan plakat nama ikonik tersebut sejak 2024 untuk jajaran EREV dan BEV. Namun, L7 adalah model pertama yang benar-benar mengadopsi pendekatan performa dengan motor belakang bertenaga besar.