Pencarian

IHSG Menguat 0,56 Persen ke 6.337,19, Pengamat Sebut Pidato Presiden Prabowo Jadi Pemicu Minat Beli Saham BUMN

Jumat, 14 Agustus 2026 • 16:58:01 WIB
IHSG Menguat 0,56 Persen ke 6.337,19, Pengamat Sebut Pidato Presiden Prabowo Jadi Pemicu Minat Beli Saham BUMN
IHSG ditutup menguat 0,56 persen ke level 6.337,19 pada perdagangan sesi I, Jumat.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 35,42 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.337,19 pada perdagangan sesi I, Jumat. Penguatan ini terjadi di tengah respons positif pelaku pasar terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026.

Volume transaksi tercatat sebanyak 1.031.000 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 17,04 miliar lembar senilai Rp6,47 triliun.

Pidato Presiden Jadi Sentimen Booster bagi Pasar

Elandry Pratama menilai pernyataan Presiden Prabowo dalam pidato pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 menjadi katalis utama yang memperkuat minat beli investor. Ia menyebut pidato tersebut mampu menjadi pemicu sentimen positif di pasar modal.

"Statement Pak Prabowo bisa menjadi sentiment booster yang memperkuat minat beli, kemudian direspons pasar melalui kenaikan harga saham," ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Mengapa Saham BUMN Lebih Dulu Diburu?

Menariknya, minat beli yang muncul kali ini lebih terarah ke saham-saham perusahaan pelat merah. Hal ini tidak lepas dari penyebutan sejumlah nama BUMN dalam pidato Presiden.

"Mungkin jika dikaitkan dengan pidato hari ini, minat beli memang lebih terarah ke saham-saham BUMN terlebih dahulu. Seperti yang kita tahu, BUMN dapat menjadi eksekutor pemerintah yang cepat dan taktis dalam menjalankan berbagai program maupun menyelaraskan strategi bisnis dengan kebijakan pemerintah," jelas Elandry.

Fundamental Emiten Kunci Penguatan Lebih Lanjut

Kendati demikian, Elandry mengingatkan agar optimisme ini tidak berlebihan. Penguatan IHSG yang didorong sentimen politik biasanya bersifat jangka pendek dan rawan aksi ambil untung atau profit taking.

"Adanya potensi profit taking tetap membayangi, karena penguatan yang didorong sentimen seperti ini biasanya cenderung bersifat jangka pendek," katanya.

Ia menegaskan bahwa kelanjutan penguatan pasar sangat bergantung pada perbaikan fundamental dan kinerja emiten. Kondisi global juga tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

"Namun harapan penguatan lebih lanjut perlu diikuti oleh perbaikan fundamental dan kinerja emiten, tanpa mengesampingkan kondisi serta sentimen global saat ini," ujar Elandry.

Apa yang Dicermati Pelaku Pasar dari Pidato Kenegaraan?

Elandry menyebut pidato kenegaraan Presiden akan menjadi salah satu agenda penting yang menentukan arah pasar saham ke depan. Pelaku pasar akan fokus pada penegasan kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus.

"Pidato kenegaraan Presiden Prabowo akan menjadi salah satu market-moving event yang cukup diperhatikan pelaku pasar, terutama jika ada penegasan mengenai arah kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus," pungkasnya.

Dalam pidato pengantar RUU APBN 2027, pasar juga akan mencermati target pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, asumsi kurs Rupiah, serta strategi pembiayaan pemerintah. Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan program prioritas nasional 2027 mencakup delapan klaster, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi, hilirisasi, hingga penurunan kemiskinan.

Follow www.halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks