JAMBI — Simulasi kredit dari detikOto menunjukkan satu-satunya cara menekan cicilan Wuling Aira EV varian Standard Range (Rp 155 juta) ke angka Rp 900 ribuan adalah dengan menebus DP 80 persen di muka. Total pembayaran pertama yang harus disiapkan mencapai Rp 129.697.790, sudah termasuk cicilan bulan pertama.
Skema ini jelas bukan untuk semua orang. Uang muka Rp 124 juta nyaris setara harga mobil LCGC baru, dan hanya masuk akal kalau kamu punya dana tunai besar tapi ingin memanfaatkan tenor panjang untuk menjaga arus kas bulanan.
Perbandingan Cicilan Berdasarkan Tenor
Semakin pendek tenor, semakin besar cicilan yang harus ditanggung. Berikut simulasi lengkap dengan DP 80 persen untuk varian Standard Range:
- Tenor 60 bulan: Rp 906 ribu/bulan
- Tenor 48 bulan: Rp 1,037 juta/bulan
- Tenor 36 bulan: Rp 1,269 juta/bulan
- Tenor 24 bulan: Rp 1,728 juta/bulan
- Tenor 12 bulan: Rp 3,158 juta/bulan
Skema ini tidak berlaku untuk Aira EV Long Range yang dibanderol Rp 175 juta. Dengan DP 80 persen dan tenor 60 bulan, cicilan terendahnya masih Rp 1,017 juta per bulan.
Spesifikasi Wuling Aira EV: Range dan Pengisian Daya
Aira EV tersedia dalam dua varian: Standard Range dengan jarak tempuh hingga 205 km (CLTC) dan Long Range hingga 301 km (CLTC). Keduanya sudah mendukung DC Fast Charging, yang mengisi baterai dari 30% ke 80% dalam sekitar 35 menit.
Radius putar 4,5 meter membuat mobil ini lincah untuk bermanuver di perkotaan dan parkir di ruang sempit. Konfigurasi empat pintu memudahkan akses penumpang, sementara kapasitas bagasi mencapai 838 liter.
Fitur Keselamatan dan Konstruksi Bodi
Wuling mengklaim 60 persen struktur bodi menggunakan High-Strength Steel, dipadukan dengan Magic Battery Pro untuk proteksi baterai. Fitur keselamatan aktif dan pasif terbilang lengkap di kelasnya:
- Dual SRS Airbag
- ESC, HHC, ABS, EBD
- Electronic Parking Brake (EPB) dengan Auto Vehicle Hold (AVH)
- ISOFIX dan TPMS
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Skema kredit dengan DP 80 persen ini tidak mengikat dan bisa berbeda di tiap dealer atau lembaga pembiayaan. Bunga, asuransi, dan biaya administrasi sangat menentukan angka final — jadi simulasi ini sebaiknya jadi patokan awal, bukan harga mati.
Pertimbangkan juga biaya pemasangan home charging kalau tidak punya akses ke fasilitas pengisian umum. Infrastruktur pengisian daya di luar kota besar masih terbatas, jadi pastikan jarak tempuh harianmu cocok dengan range yang ditawarkan sebelum menandatangani kontrak kredit.
Jangan sampai cicilan murah bulanan malah membuat kondisi keuangan morat-marit karena DP besar menguras tabungan. Hitung ulang kemampuan finansialmu, termasuk biaya listrik bulanan dan asuransi, sebelum memutuskan.