JAMBI — PT Andalan Artha Primanusa Tbk menetapkan rentang harga penawaran umum perdana saham di Rp 158 hingga Rp 189 per saham. Emiten sektor energi berkode ANDA ini melepas maksimal 1,676 miliar saham baru atau 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan potensi dana segar hingga Rp 316,76 miliar.
Langkah menuju lantai bursa itu tertuang dalam prospektus IPO perseroan. Saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 10 per saham.
PT Henan Putihrai Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi tersebut. Masa penawaran umum perdana dijadwalkan berlangsung 24-27 November 2026, sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 1 Desember 2026.
Struktur Saham Baru dan Porsi Publik
Jumlah saham yang dilepas setara 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana. Dengan harga tertinggi Rp 189 per saham, nilai emisi menyentuh Rp 316,76 miliar.
"Saham baru dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 10 setiap saham, yang mewakili sebesar 25,10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana saham," tulis manajemen ANDA dalam prospektus IPO.
Waran Seri I Jadi Daya Tarik Tambahan
ANDA tidak hanya menerbitkan saham baru. Perseroan menyiapkan sebanyak-banyaknya 239,43 juta Waran Seri I, setara 4,79% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh saat pernyataan pendaftaran IPO disampaikan.
Setiap pemegang tujuh saham baru hasil IPO berhak atas satu Waran Seri I. Satu waran memberi hak membeli satu saham baru perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 695 per saham.
Jika seluruh waran dieksekusi, ANDA berpotensi meraup tambahan dana maksimal Rp 166,40 miliar. Angka itu menambah daya tarik transaksi bagi investor yang masuk sejak penawaran perdana.
Jadwal Eksekusi Waran dan Konsekuensinya
Pelaksanaan Waran Seri I dapat dilakukan mulai 1 Juni 2027 hingga 1 Desember 2028. Rentang waktu sekitar 18 bulan memberi ruang bagi pemegang waran menimbang pergerakan harga saham ANDA pasca-pencatatan.
Namun, pemegang waran belum memiliki hak sebagai pemegang saham sebelum konversi. Hak atas dividen dan hak suara dalam RUPS baru melekat setelah waran ditukar menjadi saham perseroan.
Bagi calon investor, kombinasi harga pelaksanaan waran Rp 695 yang jauh di atas rentang harga IPO menjadi pertimbangan tersendiri. Selisih itu mencerminkan ekspektasi pertumbuhan nilai perseroan dalam dua tahun ke depan.
Yang Perlu Dicermati Investor
Rentang harga Rp 158-Rp 189 menempatkan ANDA di segmen saham bernilai nominal kecil, sehingga lot pembelian awal relatif terjangkau bagi investor ritel. Meski demikian, prospektus tidak mengungkap target kapitalisasi pasar maupun proyeksi kinerja keuangan pasca-IPO dalam kutipan yang tersedia.
Investor disarankan mencermati laporan keuangan dan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum dalam prospektus lengkap sebelum memutuskan ikut serta. Masa penawaran 24-27 November 2026 menjadi jendela terbatas untuk masuk di harga perdana sebelum saham diperdagangkan di pasar sekunder pada 1 Desember 2026.