Gubernur Jambi Lantik Pengurus IAEI Periode 2026–2031, Ekonomi Syariah Jadi Andalan Hadapi Era AI

Penulis: Said Fauzi  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:38:31 WIB
Gubernur Jambi Al Haris melantik pengurus DPW IAEI periode 2026–2031 di Rumah Dinas Gubernur Jambi.

JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris secara resmi melantik kepengurusan baru DPW IAEI Provinsi Jambi untuk periode 2026–2031. Acara yang digelar di Aula Rumah Dinas Gubernur itu dihadiri jajaran pengurus IAEI pusat dan daerah, akademisi, regulator, serta pelaku industri keuangan syariah.

Pelantikan ini menjadi momen penting karena dirangkaikan dengan seminar nasional bertajuk penguatan ekonomi syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi turut berkolaborasi dalam seminar yang menghadirkan narasumber dari IAEI Pusat, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gubernur: AI Ubah Pola Bisnis, Ekonomi Syariah Jadi Jawaban

Dalam sambutannya, Al Haris menyoroti dampak besar kecerdasan buatan terhadap pola hidup dan bisnis masyarakat. Menurutnya, kemajuan teknologi justru mempertegas relevansi ekonomi Islam di tengah persoalan kesenjangan ekonomi dan krisis moral.

"Pada hari ini perkembangan teknologi bergerak sangat cepat. Perubahan teknologi AI telah mengubah pola hidup dan pola bisnis masyarakat. Namun kita juga menyaksikan tantangan yang semakin kompleks, yakni kesenjangan ekonomi, krisis moral dalam praktik bisnis, serta meningkatnya gaya hidup konsumtif," ujar Al Haris.

Gubernur menilai ekonomi syariah mampu menjawab tantangan tersebut karena berpijak pada nilai-nilai yang bermanfaat dan berorientasi sosial. Ia pun mendorong IAEI untuk aktif mengedukasi masyarakat yang masih awam terhadap konsep ekonomi syariah.

Potensi Besar di Sektor Pertanian dan UMKM

Al Haris menyebut Provinsi Jambi memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian, perdagangan, dan UMKM. Semua sektor itu, kata dia, bisa diadopsi melalui pendekatan ekonomi Islam berbasis syariah.

"Kita berharap yang dilantik ini betul-betul bisa menjabarkan tujuan dibentuknya IAEI, yaitu membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan manajemen ekonomi berbasis syariah," katanya.

Ia menambahkan, sebagian masyarakat masih belum memahami secara utuh konsep ekonomi syariah. Oleh karena itu, tugas utama IAEI adalah memperluas pola-pola usaha berbasis ekonomi Islam dan memberikan edukasi secara berkelanjutan.

Rektor UIN: IAEI Motor Penggerak Transformasi Ekonomi

Rektor UIN STS Jambi, Kasful Anwar, menilai pelantikan kali ini semakin bermakna karena kolaborasi dengan seminar nasional. Kehadiran narasumber dari BI dan OJK menjadi bukti bahwa pengembangan ekonomi syariah di Jambi mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan.

"IAEI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Kasful Anwar.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara ekonomi syariah dan pelestarian lingkungan. Program ekoteologi yang digaungkan Ketua Umum IAEI dinilai selaras dengan kebutuhan menjaga keseimbangan alam di tengah pembangunan ekonomi.

"Dengan dukungan pemerintah daerah, regulator, dan perbankan syariah, kami optimistis program-program yang lahir dari IAEI akan semakin solid, adaptif, dan produktif serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi nasional berbasis syariah," pungkasnya.

Al Haris menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kerja kepengurusan baru menjadi amal jariyah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: uinjambi.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top