Pencarian

Rupiah Menguat 60 Poin ke Rp17.888 per Dolar AS, Investor Lega dengan Defisit APBN di Bawah 3 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 • 21:51:31 WIB
Rupiah Menguat 60 Poin ke Rp17.888 per Dolar AS, Investor Lega dengan Defisit APBN di Bawah 3 Persen
Nilai tukar rupiah menguat 60 poin ke level Rp17.888 per dolar AS pada perdagangan Rabu.

JAKARTA — Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut sentimen positif datang dari laporan realisasi APBN yang menunjukkan defisit tetap terkendali. Pemerintah juga mempertahankan proyeksi defisit APBN 2026 di bawah batas 3 persen dari PDB, meredam spekulasi pelebaran yang sempat membuat rupiah tertekan.

Defisit Rp196,5 Triliun, Keseimbangan Primer Surplus

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pendapatan negara hingga Juni tercatat Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Realisasi ini ditopang oleh peningkatan aktivitas ekonomi serta perbaikan tata kelola pajak dan bea cukai.

Penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun (44,1 persen dari target), dengan rincian pajak Rp1.035,7 triliun dan kepabeanan serta cukai Rp152 triliun. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat Rp271 triliun atau 59 persen dari target.

Belanja negara terealisasi Rp1.656 triliun (43,1 persen dari target), tumbuh 17,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Defisit APBN tercatat Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB, sementara keseimbangan primer justru surplus Rp85,1 triliun.

Kekhawatiran Defisit 4 Persen Kini Mereda

“Beberapa bulan terakhir, banyak dana asing yang keluar oleh kekhawatiran defisit bisa melewati 3 persen, malah ada yang memperkirakan 4 persen,” ujar Lukman. Data defisit yang lebih rendah dari perkiraan menjadi katalis penguatan rupiah pada perdagangan Rabu.

Sentimen lain datang dari antisipasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 Juli 2026. BI diperkirakan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin, melanjutkan tren pengetasan setelah tiga kali kenaikan sejak Mei 2026.

BI Rate Naik 50 Bps dalam Dua Bulan, Rupiah Berangsur Pulih

BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Mei 2026, penyesuaian pertama setelah BI-Rate bertahan di 4,75 persen sejak September 2025. Namun, rupiah masih terus melemah hingga sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada awal Juni.

Melalui RDG Mingguan 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI-Rate 25 bps, diikuti kenaikan 25 bps lagi pada RDG Bulanan 18 Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Sejak keputusan tersebut, rupiah secara bertahap kembali bergerak di bawah level Rp18.000 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga menguat ke Rp17.909 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.976 per dolar AS.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks