JAMBI — Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku beberapa waktu lalu belum berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok di Provinsi Jambi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, memastikan kondisi pasar masih stabil dan belum ada gejolak harga yang meresahkan masyarakat.
“Saat ini untuk komoditas yang diatur pemerintah belum terpengaruh. Namun kemungkinan ke depan akan ada penyesuaian yang masih dibahas lebih lanjut,” kata Johansyah, Selasa 16 Juni 2026, seperti dilansir dari ANTARA.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah minyak goreng bersubsidi Minyakita. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan, harga Minyakita di Jambi masih bertahan di angka Rp15.700 per liter. Angka ini sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa rantai distribusi dan pasokan minyak goreng bersubsidi masih berjalan normal. Meskipun biaya distribusi berpotensi naik akibat kenaikan BBM nonsubsidi, harga di tingkat konsumen belum berubah.
Selain minyak goreng, harga beras premium juga terpantau stabil. Johansyah menjelaskan bahwa hasil pemantauan di sejumlah pasar dan distributor menunjukkan harga beras premium masih berada dalam batas yang ditentukan. Saat ini, harga tertinggi beras premium tercatat di angka Rp15.400 per kilogram, sesuai dengan HET yang berlaku.
Meski harga pangan saat ini belum bergerak, pemerintah daerah memberikan sinyal bahwa penyesuaian harga bisa saja terjadi. Johansyah menyebut bahwa dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap biaya distribusi masih terus dikaji.
“Kemungkinan ke depan akan ada penyesuaian yang masih dibahas lebih lanjut,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jambi akan terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional dan distributor. Langkah antisipasi juga disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat jika terjadi lonjakan harga di kemudian hari.