BATANG HARI — Lapangan sepak bola Sridadi berubah menjadi lautan manusia sejak pagi. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Batang Hari tumpah ruah menyaksikan Grebek Suro VII, tradisi tahunan yang menggabungkan unsur keagamaan dan kebudayaan di Kecamatan Muara Bulian.
Rangkaian acara diawali dengan pawai budaya yang mengambil rute dari kawasan Pasar Baru hingga Simpang Lapangan Sridadi. Sepanjang jalan, warga disuguhi atraksi dari berbagai paguyuban dan komunitas daerah yang mengenakan pakaian adat serta menampilkan kesenian khas masing-masing. Pawai tersebut menjadi simbol harmoni masyarakat Batang Hari yang hidup dalam keberagaman.
Kemeriahan bertambah dengan penampilan marching band dari sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Batang Hari. Atraksi para pelajar itu sukses menyedot perhatian warga yang memadati jalur pawai hingga lokasi utama.
Wagub Jambi: Tradisi Harus Diwariskan ke Generasi Muda
Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani. Momen itu menjadi simbol resmi dibukanya Grebek Suro VII Tahun 2026 dan disambut gegap gempita oleh ribuan masyarakat yang hadir.
“Tradisi seperti ini harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, Grebek Suro juga menjadi perekat persaudaraan serta cerminan kekayaan budaya yang dimiliki daerah,” ujar Abdullah Sani dalam sambutannya.
Dua Nilai Utama dalam Grebek Suro: Religi dan Pelestarian Budaya
Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe, yang hadir mewakili Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Sridadi. Menurutnya, ada dua nilai utama yang terkandung dalam Grebek Suro.
Pertama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui momentum peringatan Tahun Baru Islam. Kedua, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami sangat mengapresiasi swadaya, kekompakan, dan sinergi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan ini. Hal tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat Batang Hari,” tambah Mula P. Rambe.
Pemkab Batang Hari Dorong Grebek Suro Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Grebek Suro. Harapannya, agenda tahunan ini bisa berkembang menjadi daya tarik wisata budaya daerah yang lebih besar.
Grebek Suro VII Tahun 2026 pun kembali membuktikan dirinya bukan sekadar perayaan budaya. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi momentum yang menyatukan nilai religius, pelestarian tradisi, dan semangat kebersamaan masyarakat dalam bingkai keberagaman yang harmonis.