JAMBI — Budi menyatakan koordinasi dengan Aprindo dan Bulog terus berjalan agar produk tersebut segera memenuhi rak-rak toko. "Sekarang kan ada beras premium juga dari Bulog, namanya BFood," ujar Budi di sela acara Peluncuran Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras pada Agustus 2026, baik secara bulanan maupun tahunan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan penyebabnya adalah penurunan potensi luas panen dan gangguan distribusi ke pasar.
"Inflasi yang terjadi pada beras pada Agustus ini tercermin dari penurunan potensi luas panen dan produksi beras pada Agustus 2026," kata Ateng dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026). "Kendati demikian, inflasi beras tidak semata-mata disebabkan oleh produksi padi di lapangan, tetapi juga dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasar."
Agustus sendiri merupakan bulan transisi setelah puncak panen raya. Secara historis, kondisi itu kerap memicu gejolak harga. BPS mencatat, di tingkat eceran, beras mengalami inflasi 0,42% secara bulanan dan 2,77% secara tahunan.
Untuk mengatasi kelangkaan, Kemendag meminta Bulog memasok produk BFood lebih masif ke ritel modern. Menurut Budi, koordinasi dengan Aprindo sebagai pelaku penjualan terus dilakukan supaya Bulog bisa langsung mengisi rak-rak yang kosong.
Tak hanya beras premium, Budi mengungkapkan bahwa Kemendag dan Bulog tengah menyiapkan varian beras medium. Rencananya, beras medium itu juga akan didistribusikan ke jaringan ritel modern dalam waktu dekat.
Langkah ini diharapkan memberi alternatif bagi konsumen yang selama ini kesulitan mencari beras premium, sekaligus menekan lonjakan harga di pasar.
Data BPS menunjukkan, secara rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 naik 1,32% secara bulanan dan 5,52% secara tahunan. Jika dirinci berdasarkan kualitas, beras premium mengalami kenaikan 1,22% secara bulanan dan melonjak 10,07% secara tahunan. Sementara beras medium naik 1,48% secara bulanan dan 4,03% secara tahunan.
"Jadi secara year-on-year, kenaikan harga beras premium memang lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium," jelas Ateng.
Dengan tambahan pasokan BFood dan rencana masuknya beras medium ke ritel modern, pemerintah berharap tekanan harga dapat mereda dan kelangkaan tidak berlarut. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kelancaran distribusi serta pemulihan luas panen ke depan.