JAMBI — Keberadaan sentra kerajinan batik di Jambi Kota Seberang memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga yang menggantungkan hidup pada tradisi membatik. Riset Universitas Jambi mencatat industri batik di kawasan ini mengalami perkembangan signifikan sepanjang 2009–2024, yang berarti semakin banyak perajin yang produktif dan mampu bertahan. Dukungan nyata bagi warga terlihat dari adanya Galeri Siginjai Dekranasda yang melibatkan 33 perajin batik Jambi serta memamerkan ratusan produk kerajinan terkurasi.
Kawasan produksi batik di Jambi Kota Seberang tersebar di beberapa kelurahan yang masuk dalam Kecamatan Pelayangan. Aktivitas membatik tumbuh subur di lingkungan permukiman warga, bukan di gedung industri besar—perajin umumnya mengerjakan batik di rumah masing-masing dan melakukan pewarnaan di tempat berbeda.
Menurut catatan Balai Pelestarian Kebudayaan, kawasan Ulu Gedong, Mudung Laut, Jelmu, Olak Kemang, hingga Pasir Panjang merupakan wilayah dengan jejak tradisi membatik. Di Jelmu misalnya, terdapat Rumah Batik Siti Hajir yang aktif memproduksi batik serta menguji ketahanan warna dengan pencucian berulang sebelum produk dijual. Sementara itu, Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak menjadi salah satu tempat pemasaran karya perajin Seberang yang tidak hanya menjual batik, tetapi juga aneka kerajinan khas Jambi.
Perajin di kawasan Seberang tidak hanya sekadar memproduksi kain, tetapi juga menjaga warisan visual berupa motif tradisional. Beberapa motif yang paling sering dijumpai adalah Angso Duo yang menggambarkan dua angsa saling berhadapan—simbol kebijaksanaan dan keharmonisan yang juga terkait dengan lambang Kota Jambi. Motif lain yang tak kalah penting adalah Durian Pecah yang memiliki komposisi visual kuat, Tampuk Manggis serta Kaca Piring yang terinspirasi flora lokal, dan Kapal Sanggat yang karakternya berbeda dari motif flora pada umumnya.
Warga yang ingin membeli batik langsung dari perajin perlu memahami perbedaan teknik yang berpengaruh pada harga. Batik cap yang prosesnya lebih cepat dan polanya seragam pernah dilaporkan dibanderol sekitar Rp150.000–Rp200.000 per dua meter pada 2021. Sementara itu, batik tulis yang dikerjakan manual dengan canting membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu lebih lama, sehingga harganya lebih tinggi, yaitu sekitar Rp600.000–Rp800.000 per dua meter pada periode yang sama. Harga ini merupakan data historis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung bahan, pewarna, serta tingkat kerumitan.
Mengunjungi sentra perajin memberi keuntungan karena pembeli dapat melihat langsung perbedaan bahan, teknik, dan warna. Sebelum membeli, warga disarankan untuk menanyakan jenis batik—apakah tulis, cap, atau kombinasi—serta memeriksa bagian belakang kain untuk menilai konsistensi warna. Informasi soal jenis bahan seperti katun atau sutra, cara perawatan, dan proses uji kelunturan juga penting untuk ditanyakan.
Pewarna alami menjadi salah satu daya tarik utama batik Jambi dan kerap memengaruhi harga akhir. Balai Pelestarian Kebudayaan mencatat penggunaan kayu sepang, kayu tinggi, daun pandan, dan bahan tumbuhan lain sebagai pewarna alami. Penelitian di Jurnal Gorga bahkan pernah mengkaji teknik pewarnaan alam pada Batik Jambi Ariny di Kelurahan Pasir Panjang, menunjukkan bahwa warna dari bahan alami memiliki karakter yang sulit ditiru pewarna sintetis dan memperkuat ciri khas batik lokal.
Tidak ada jadwal pasti yang seragam untuk seluruh rumah produksi karena masing-masing merupakan usaha mandiri. Warga sangat disarankan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum berkunjung khusus untuk melihat proses membatik. Sebagai alternatif, Galeri Siginjai Dekranasda yang pernah dicatat Pemerintah Kota Jambi dapat menjadi ruang andalan untuk melihat dan membeli produk batik yang telah dikurasi dari puluhan perajin.
Industri batik Jambi Kota Seberang terus bergerak mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan tradisi. Perhatian terhadap perlindungan karya juga semakin nyata—pada Agustus 2026, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi menggelar sosialisasi Indikasi Geografis bagi perajin Batik Seberang. Langkah ini penting karena nilai batik tidak hanya pada gambar kainnya, melainkan juga reputasi, keterampilan perajin, teknik, dan keterkaitannya dengan wilayah geografis setempat.
Kawasan paling penting berada di Jambi Kota Seberang, terutama di wilayah Ulu Gedong, Mudung Laut, Jelmu, serta kawasan lain di Kecamatan Pelayangan.
Batik tulis dibuat dengan canting secara manual sehingga prosesnya lebih lama dan karakternya lebih personal. Batik cap menggunakan alat cap sehingga produksinya lebih cepat dan polanya lebih seragam.
Sangat cocok dan dapat disesuaikan dengan anggaran. Kain cap bisa menjadi pilihan untuk pakaian sehari-hari, sementara batik tulis lebih tepat untuk hadiah atau koleksi bernilai tinggi.